RADAR JOGJA – Dukuh Kalitengah Lor Suwondo memastikan kondisi di lingkungan kondusif pasca Merapi erupsi. Saat ini warga mulai beraktivitas secara normal di kediamannya masing-masing. Termasuk mencari rumput di Bukit Klangon.
Awalnya, warga sempat mengungsi di Balai Kalurahan Glagaharjo, Rabu malam (9/3). Pertimbangannya adalah Merapi mengalami erupsi terus menerus. Pagi harinya, warga mulai kembali ke rumahnya masing-masing, Kamis pagi (10/3).

“Kalau kemarin itu ya ada yang turun ada yang masih di sini. Kondisi saat ini biasa, sudah normal. Kalau ada aktivitas yang mengkhawatirkan itu (warga mengungsi),” jelasnya ditemui di kediamannya di Dusun Kalitengah Lor, Kamis (10/3).

Suwondo menceritakan warganya sempat panik saat erupsi terjadi. Ditambah kondisi saat itu gelap sehingga visual minim. Sehingga warga dan relawan tidak bisa mengamati secara kasat mata.

Warga, lanjutnya, mulai turun sekitar 24.00 WIB, Rabu (9/3). Suwondo menuturkan saat itu terdengar suara gemuruh. Sempat terlihat pula luncuran lava pijar dari puncak Gunung Merapi.
“Bisa dilihat secara kasat mata ya pada takut, trauma yang dulu. Sekitar jam 12an (24.00 WIB), suara gemuruh terus ada api kelihatan merah-merah,” katanya.

Luncuran awan panas, lanjutnya, berada di sisi barat dusun. Tepatnya berjarak 1,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Lokasinya di sekitar bungker Kaliadem Cangkringan.
Total ada sekitar 535 penduduk yang menghuni Dusun Kalitengah Lor. Namun tidak semuanya evakuasi saat erupsi Merapi terjadi. Diutamakan para lansia, balita dan ibu-ibu.
Sementara untuk objek wisata Bukit Klangon ditutup sementara waktu. Pertimbangannya jarak yang terlalu dekat dengan puncak Gunung Merapi. Jejak awan panas juga terlihat di barat Bukit Klangon.

“Objek wisata ini belum ada ketentuan, barangkali di off kan dulu. Kemarin sudah biasa (buka), karena kejadian tadi malam nanti dibuka atau enggak belum tahu. Tadi ada yang kemah 5 tenda, tapi disuruh turun,” ujarnya. (dwi/ila)

Sleman