RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman hendak memiliki hajat menjadi tuan rumah pekan olahraga daerah (porda) tingkat DIJ. Porda DIJ ke-16 ini akan berlangsung pada 1-9 September mendatang. Kendati begitu, belum ada skenario khusus pelaksanaannya, apabila Covid-19 melonjak.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman Agung Armawanta mengatakan belum ada skenario khusus persiapan apabila terjadi lonjakan kasus Covid-19. Mengenai skenario ini harus ada petunjuk teknis dari Satgas Covid-19 dan kebijakan pemerjntah daerah. Karena pelaksanaan masih lama dan perlunya melihat situasi Covid-19, oleh sebab itu diperlukan koordinasi mendalam dengan berbagai pihak. Bukan hanya tuan rumah, melainkan penyelenggara yakni, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ, Satgas Covid-19 dan lainnya. “Terkait porda boleh ditonton apa tidak harus ada landasan petunjuk Satgas Covid-19. Dan saat ini belum ada,” terang Agung, Rabu (2/3).

Dia menjelaskan, olahraga memiliki dua kriteria. Ada olahraga yang membutuhkan penonton dan ada pula olahraga tanpa penonton. Olahraga yang membutuhkan penonton, seperti sepakbola, basket, voli, bulu tangkis dan lain-lain. Sementara olahraga yang tidak membutuhkan penonton merupakan jenis olahraga yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan berfikir. Yaitu, olahraga catur dan memanah.

“Lomba catur, memanah, itu tidak sering ada penonton. Kalau pun ada penonton, sedikit dan nontonnya dari jauh, juga tidak sering-sering tepuk tangan karena dinilai mengganggu konsentrasi,” kata Agung. Tetapi bukan berarti olehraga ini tidak membutuhkan support.

Lain halnya dengan olahraga sepakbola, basket, bulutangkis, voli dan beberapa cabang olahraga lainnya justru membutuhkan support. Support dapat dilakukan dengan tepuk tangan meriah.

“Perkiraan kami, didesain (Porda DIJ) pada saat situasi Covid landai,” tuturnya.
Bilamana dihendaki adanya penonton, dimungkinkan jumlahnya akan dibatasi. Tetapi yang terpenting semuanya telah memenuhi standar protokol kesehatan termasuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi. “Kalau ada kebijakan, akan menunggu arahan,” ucapnya.

Perlindungan antisipasi persebaran Ckvid-19 juga dilakukan pada atlet, ofisial, jugaa penyelenggara. Seluruhnya harus sudah memenuhi hingga vaksi booster atau dosis ke tiga.

Sebelumnya Ketua KONI Sleman Joko Hastaryo mengungkapkan, saat ini dia tengah menyiapkan atlet. Sepekan lalu persiapan atlet sudah mencapai 50 persen. Kiranya masih memerlukan waktu enam bulan lagi untuk memantapkan menuju Porda 2022. Selain persiapan atlet, dia akan mengecek sejumlah veneu.

Beberapa veneu juga akan dilakukan perbaikan ringan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dispora Sleman, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Sleman, badan keuangan dan aset daerah (BKAD) juga dinas lingkungan hidup. “Ada 44 cabor yang akan dilombakan diikuti ratusan atlet di seluruh DIJ,” imbuhnya. (mel/bah)

Sleman