RADAR JOGJA – SDN Mangunan, Caturharjo termasuk sekolah berprestasi di Kabupaten Sleman. Terbukti, hasil akademik sekolah dengan 94 siswa itu meraih peringkat pertama se-Gugus Caturharjo. Meskipun kondisi sarana dan prasarana sekolah yang berdiri sejak 1978 itu butuh banyak perbaikan.

Kepala Sekolah SDN Mangunan Marlin Idawati berharap kepada Pemkab Sleman untuk menambah sarana dan prasarana yang belum ada. Serta memperbaiki infrastruktur yang mulai usang dimakan usia. Hal itu guna memberikan rasa nyaman bagi para siswa saat proses pembelajaran tatap muka. “Musala belum ada. Selama ini kami memanfaatkan ruang kelas untuk kegiatan ibadah,” ungkap Marlin saat sambung rasa bersama orang tua murid dan komite sekolah, Rabu (9/2/2022).

Ketua DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta SIP turut hadir di acara tersebut. Kepada politikus PDI Perjuangan itulah Marlin menyampaikan uneg-uneg terkait kondisi infrastruktur sekolah yang dipimpinnya.

Selain musala, lanjut Marlin, perpustakaan sekolah juga masih memanfaatkan ruang kelas. “Kondisi ruang unit kesehatan sekolah (UKS) pun masih memprihatinkan. Kami juga ingin punya gapura sekolah yang bagus. Serta perbaikan pagar tembok yang retak,” katanya berterus terang.

Haris mengamini pernyataan Marlin. Terlebih, sebelum mengikuti sambung rasa, Haris menyempatkan diri keliling sekolah untuk melihat kondisi sarana dan prasarana yang ada.

Menurut Haris, selain sumber daya manusia, kebutuhan infrastruktur sekolah harus terpenuhi. Sebab, sarana dan prasarana sekolah sangat penting untuk menunjang serta meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. “Makanya kami siap memfasilitasi perbaikan dan penyediaan sarana dan prasarana di sekolah ini,” ujar Haris seraya minta masukan hadirin demi peningkatan mutu dan kualitas SDN Mangunan.

Melihat jumlah siswa dan kehadiran orang tua murid dalam sambung rasa, Haris sangat apresiatif. Itu berarti SDN Mangunan mendapat kepercayaan masyarakat. Untuk mendidik anak-anak setempat agar berprestasi. ”Kepercayaan warga itu harus diimbangi dengan penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang baik,” tegasnya.

Haris mengatakan, perbaikan sarana dan prasarana sekolah bisa menggunakan alokasi anggaran program pokok pikiran (pokir) DPRD. Program yang telah diusulkan pada APBD 2022 bisa segera direalisasikan. Sedangkan program atau usulan yang belum masuk anggaran belanja murni pemerintah daerah, maka bisa disusulkan pada APBD Perubahan 2022. “Itu bisa pakai dana program pokir saya,” tuturnya.(yog)

Sleman