RADAR JOGJA – Geliat pariwisata Sleman mulai tumbuh. Terbukti sejak akhir tahun lalu beberapa destinasi wisata di Bumi Sembada selalu dipadati pengunjung. Sebut saja Taman Kaliurang, Tebing Breksi, Candi Prambanan, dan lainnya.

Namun, saat ini kasus Covid-19 kembali merebak. Nah, agar tak menuai klaster baru destinasi wisata, Wakil Ketua Komisi B DPRD Sleman Banudoyo Manggolo mengimbau seluruh pelaku wisata lebih ketat dalam penerapan protokol kesehatan (prokes). “Pastikan 5M di objek wisata. Pengunjung maupun pengelola. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas,” ingatnya belum lama ini.

Mengingat wisatawan yang datang di Sleman berasal dari berbagai daerah, maka sehingga cukup sulit mendeteksi jika ada seseorang yang ternyata positif Covid-19. Terlebih orang tanpa gejala (OTG). Oleh karena itu, setiap orang harus menjunjung tinggi kesadaran prokes di mana pun berada dan kapan saja.

Kader muda Partai Golkar itu berharap, gelombang Covid-19 kali ini tidak sampai menyebabkan perekonomian kembali terpuruk. Dengan catatan, masyarakat patuh prokes. “Suasana saat ini memang sudah tak seperti saat awal pandemi. Sepintas tampak sudah normal, padahal belum. Semua patut waspada sebaran Covid-19,” tegasnya.

Banudoyo juga mengingatkan para satgas Covid-19 tidak lalai pada tugas. Dan harus lebih tegas.
Kendati demikian, kearifan lokal tetap harus dikedepankan. Budaya saling mengingatkan tentang hal-halbaik antatwarga harus ditingkatkan lagi. “Intinya, kalau ada warga yang tidak menerapkan prokes, tetangga terdekatlah yang pertama harus mengingatkan,” tutur politikus asal Pakem itu.

Lebih dari itu, Banudoyo mendorong masyarakat tetap semangat dan bersama-sama melawan persebaran Covid-19. (yog)

Sleman