RADAR JOGJA – Dinas Pendidikan Sleman melakukan tes sampel PCR terhadap sejumlah sekolah. Langkah ini sebagai upaya mendeteksi adanya klaster selama pembelajaran tatap muka (PTM) penuh. Hasilnya sampel dengan swab PCR negatif Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana mengatakan tes sampel PCR terfokus di zona merah. Teopatnya di Kalurahan Mororejo Kapanewon Tempel. Selain itu juga berlangsung di Kalurahan Purwomartani Kapanewon Kalasan.

“Sasarannya di SD 40 siswa dan SMP 20 siswa. Baru kemarin laporannya negatif,” jelas Ery usai meninjau vaksinasi anak di SDN Krapyak, Jumat (14/1).

Ery menambahkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi. Akan berlaku apabila ada temuan kasus atau klaster selama PTM. Diantaranya sekolah melakukan koordinasi dengan tim gugus tugas kapanewon melalui puskesmas.

Tak hanya itu, sekolah juga diminta untuk membuat surat pertanyaan. Intinya menyatakan bersedia untuk dilakukan tracing. Tindakan ini berlaku apabila muncul kasus atau klaster Covid-19.

“Harus bersedia (tracing), tidak boleh nolak. Ini sebagai upaya pencegahan sebaran Covid-19,” tegas Ery.

Sekolah diminta untuk tetap menjalankan standar operasional prosedur (SOP) PTM. Tepatnya yang telah diterapkan selama uji coba sejak 3 Januari 2022 lalu. Khususnya tentang protokol kesehatan.

“SOP yang sudah dijalankan kemarin harus dijalankan secara ketat. kita sudah buat panduan komplit,” kata Ery. (co1/dwi)

Sleman