RADAR JOGJA – Harga minyak goreng masih terus meroket sejak akhir tahun 2021. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memantau saat ini harga minyak goreng masih berada di kisaran Rp. 18 ribu perliter untuk kategori curah dan Rp 20 ribu per liter untuk kategori bermerek.

Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi Suryaningsih menduga tingginya harga minyak mentah menjadi penyebabnya. Alhasil pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Cara terakhir adalah berkoordinasi dengan Pemprov DIJ untuk koordinasi terkait stabilisasi harga minyak goreng.

“Memang kami tidak bisa mengubah sendiri. Kemarin kami sudah koordinasi dan menulis surat kepada Gubernur (Hamengku Buwono X) untuk bersama-sama mengatasi minyak goreng,” jelas Mae ditemui di Kantor Disperindag Sleman, Kamis (13/1).

Sebelumnya, Mae menambahkan pihaknya telah merealisasikan bantuan Pemprov DIJ. Berupa subsidi sebanyak 420 liter minyak goreng. Sasaran pembelinya adalah masyarakat kurang mampu dengan harga Rp. 14 ribu perliter.

“Angka 420 liter ini belum bisa mempengaruhi turunnya harga minyak goreng di pasaran dan belum bisa menutup kebutuhan masyarakat,” kata Mae.

Pihaknya saat ini tengah menunggu turunnya subsidi minyak goreng dari pemerintah pusat. Nantinya akan ada 1,2 miliar liter minyak goreng yang akan dibagikan ke seluruh Indonesia. Dibanderol dengan harga Rp. 14 ribu perliter.

“Saat ini masih menunggu petunjuk teknis, nanti akan disarankan seperti apa. Namun infonya sudah diterima. Harapannya dengan harga yang Rp 14 ribu itu realisasi, ini bisa menurunkan harga pasaran paling tidak untuk kemasan sederhana,” ujar Mae. (co1/dwi)

Sleman