RADAR JOGJA – Anggota Komisi C DPRD Sleman Indra Bangsawan mendesak pemerintah daerah agar memperbanyak titik penerangan jalan umum (PJU). Terutama di jalan-jalan alternatif. Khususnya di jalur evakuasi Merapi wilayah Kapanewon Turi.

Menurut Indra, suasana jalur evakuasi di Kalurahan Girikerto gelap gulita saat malam akibat minimnya PJU. Hal itu dikhawatirkan bisa menimbulkan kerawanan lalu lintas kendaraan maupun kejahatan. “Setidaknya jumlah PJU di kawasan kaki Merapi disamakan dengan yang di lereng,” pinta kader muda Partai Golkar itu belum lama ini.

Melalui komisi yang menaunginya, Indra cukup getol dalam mengupayakan tambahan PJU di jalur evakuasi wilayah Turi.

Dia berharap, usulannya segera direalisasikan oleh pemerintah daerah. “Titik-titik untuk pemasangan PJU sudah disurvei aparat terkait. Tapi masih sebatas di tikungan dan simpang jalan,” beber Indra. “Jalur evakuasi itu sudah menjadi akses sosial warga setempat. Jadi ke depan bukan hanya tikungan dan simpang jalan yang dipasang PJU. Tapi sepanjang jalur itu,” sambungnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Sleman Sulton Fatoni mengungkapkan, pemasangan PJU dilakukan bertahap. Wilayah Turi termasuk prioritas utama tahun ini. Hanya, mengenai jumlahnya tetap harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. “Agar pengadaan PJU lebih optimal, saya mohon kepada dewan memaksimalkannya lewat program pokir atau bantuan keuangan khusus (BKK),” tuturnya.

Dengan anggaran pokir atau BKK DPRD, lanjut Sulton, anggaran pengadaan PJU jadi lebih longgar. Sehingga jumlah PJU bisa ditambah sesuai kebutuhan. (yog)

Sleman