RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi dalam suasana pandemi Covid-19.

Langkah serta arah kebijakan penanganan dan pemulihan dampak ekonomi pasca Covid-19 telah ditetapkan. Di antaranya, menjaga ketersediaan pangan, memberikan stimulus penguatan modal bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) terdampak pandemi, pelatihan untuk menghasilkan nilai tambah pendapatan, promosi destinasi wisata, padat karya bagi penganggur dan setengah penganggur, serta promosi belanja di pasar tradisional dan ritel lokal.

Pemerintah Kabupaten Sleman juga mendorong dan menjembatani terwujudnya jejaring pemasaran antara pelaku UMKM dengan toko modern. “Kami minta pengelola toko modern dan mal menyediakan space untuk display produk-produk UMKM,” ujar Bupati Sleman Dra Hj. Kustini Sri Purnomo saat jumpa pers bertema “Refleksi Akhir Tahun 2021 dan Harapan Tahun 2022” di Pendapa Parasamya, Sleman, Rabu (29/12/2021).

Sedangkan untuk pemulihan sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Sleman telah mempersiapkan keamanan dan keselamatan wisatawan. Yakni dengan menerapkan aplikasi PeduliLindungi di beberapa destinasi.

Penerapan protokol kesehatan ketat di destinasi pariwisata juga terus ditingkatkan. Hal ini guna menghadapi revenge tourism, sebagai akibat melandainya kasus Covid-19 beberapa minggu terakhir ini. “Kebijakan ini tidak hanya bagi pengelola destinasi pariwisata. Namun juga bagi wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Sleman,” tuturnya.

Kustini menegaskan, Kabupaten Sleman aman dan layak dikunjungi untuk berwisata. Terlebih seluruh pelaku usaha pariwisata telah menjalani vaksinasi Covid-19.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa SE menyatakan rasa syukurnya atas stabilitas pangan selama pandemi di Bumi Sembada. “Meski kecil tetap ada peningkatan. Karena Sleman adalah daerah penghasil pangan. Alhamdulillah,” ujarnya.

Selain faktor pandemi, lanjut Danang, ada beberapa hal penyebab tipisnya peningkatan produksi pertanian. Kendala yang tak bisa dihindari itu, di antaranya, masalah alih fungsi lahan pertanian, masa panen yang berubah-ubah, serta cuaca yang tidak menentu. “Tapi kami tetap bersyukur meski peningkatan hasil pertanian tidak sampai satu persen,” ungkap Danang.

Wabup berharap, masyarakat Sleman tetap semangat bertani. Selain tetap menanam padi dan palawija, juga mengembangkan hortikultura untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Danang pun mendorong  generasi muda milenial untuk terjun ke dunia pertanian. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sleman akan menggandeng perguruan tinggi untuk memfasilitasi mahasiswa fakultas pertanian. Untuk melihat langsung sistem pertanian di Sleman. Dengan harapan, setelah lulus mereka bisa fokus membangun sektor pertanian. (mel/yog)

Sleman