RADAR JOGJA – Upaya Pemkab Sleman menyelesaikan 100 persen vaksinasi dosis pertama sulit tercapai. Capaian vaksinasi menjadi turun setelah adanya penambahan target sasaran anak usia 6-11 tahun.

Diketahui, sasaran vaksin usia di atas 12 tahun hingga lansia dosis pertama sudah di atas 91 persen. Tetapi setelah pemerintah menetapkan vaksinasi anak yang harus digenjot, maka capaian dosis pertama merosot menjadi 82 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, merosotnya angka vaksinasin tidak dapat ditampik karena dengan vaskinasi anak sasaran vaksin menjadi bertambah. Karena itu untuk mencapai taeget sasaran dirasa sulit. “Kami tidak mungkin menghapus data sasaran anak, sebab mereka juga berhak dan wajib vaksinasi,” kata Khamidah Yuliati di Kompleks Parasamya Pemerintah Kabupaten Sleman, kemarin (23/12).

Vaksinasi akan terus digencarkan secara maksimal. Menggandeng puskesmas dan stageholder tingkat kalurahan melakukan sweeping terhadap warga yang belum menerima vaksin. Menurutnya, masih ada warga yang belum mendaftar diri mengikuti vaksinasi karena merasa sehat dan tidak memiliki mobilitas tinggi. Selain itu ada juga warga menolak vaksinasi dengan alasan medis karena memiliki riwayat komorbid sehingga tidak dapat melakukan vaksinasi.”Untuk alasan ini (medis, Red) bisa diterima.

Namun demikian, instansinya berupaya mengedukasi melakukan pendekatan agar tetap mendapatkan vaksinasi,” imbuhnya.
Mengenai stok vaksin, kata Yuli, dipastikan aman. Sebab, kegiatan vaksinasi warga juga mendapatkan support dari TNI/Polri maupun Binda DIJ. Kendati begitu, Yuli tidak menyampaikan rincian berapa stok vaksin hingga akhir tahun ini. Sementara itu, untuk vaksinasi anak masih terus berjalan.

Sejak kick off pada 18 Desember lalu hingga kini sasaran vaksinasi anak sudah menembus angka 2.145 anak atau 2,2 persen dari target sasaran 95.950 anak. Hingga akhir tahun vaksinasi terus dikebut. Demikian juga vaksin booster. Dinkes akan menunggu informasi lebih lanjut dari pusat terkait vaksin dosis ke tiga itu. “Sementara belum ada informasi kapan akan digulirkan lagi,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana sebelumnya mengatakan, vaksinasi anak akan dikebut secara masal pada 2022. Dipastikan awal tahun akan dimulai secara masal. Tak jauh berbeda dengan vaksinasi remaja usia 12 tahun ke atas.

Vaksinasi masal akan digelar secara kelompok di satu kapanewon. Beberapa sekolah dalam satu kapanewon akan dikumpulkan dalam satu lokasi. Selanjutnya, bekerjasama dengan dinkes mengenai petugas vaksinaainya dan jajaran lain dari segi pengamanan proses vaksinasinya. Misalnya pengamanan lalu lintas dan lain-lain. Sehingga vaksinasi berjalan tertib dan tetap protokol kesehatan (prokes).

“Rencananya satu lokasi bisa 5-6 sekolah. Satu lokasi ditargetkan 1.000 sampai 1.500 anak,” sebutnya dia. Dengan demikian diharapkan target vaksinasi dapat tercapai dengan cepat. (mel/pra)

Sleman