RADAR JOGJA – Pendapatan asli daerah (PAD) pariwisata di Kabupaten Sleman 2021 masih jauh dari target. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Suparmono menyebut, PAD sektor wisata yang bersumber dari retribusi, persewaan tanah dan bangunan juga kerjasama pemanfaatan barang milik daerah (BMD) hingga menjelang akhir bulan tahun ini mencapai Rp 2,3 Miliar dari total target sekitar Rp 3,2 Miliar.

Menurutnya, PAD selama dua tahun ini lebih kecil jika dibandingkan tahun 2019 yang mencapai Rp 4 Miliar lebih. Meski demikian, Dispar berupaya mengenjot kembali kunjungan wisata ke Kabupaten Sleman. Salah satunya, mengoptimalkan even bergengsi pekan olahraga daerah (Porda) DIJ. Kabupaten Sleman akan menjadi tuan rumah pada September 2022 mendatang.

Menurut Pram, sapaan akrab Suparmono ini akan menjadi peluang mendongkrak pariwisata Sleman yang sempat terpuruk karena pandemi. Instansinya akan bekerjasama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ, mengemas event olahraga dengan pariwisata. “Adanya even semacam ini diharapkan dapat membangkitkan kembali perekonomian khususnya sektor wisata,” kata Pram, Sabtu (19/12).

Sebagai cabang olahraga pendukung, Dispar juga berencana menggelar event sepatu roda. Dia meyakini pengolaborasikan wisata berbasis olahraga ini akan membangkitkan minat kunjungan wisata dari berbagai wilayah. Kendati begitu, terkait lokasinya, instansinya masih akan berkoordinasi dengan pihak lain. Peluang ini, diharapkan kembali menggairahkan kembali dunia usaha mikro menengah di bumi Sembada yang terpuruk akibat pandemi.

Kepala Bidang Pengembangkan Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman Aris Herbandang menyebutkan lebih detail target PAD 2022. Target PAD tahun depan mencapai Rp 3,201 miliar. Terdiri dari penyewaan tanah dan bangunan kios dan fasilitas di Kaliurang mencapai Rp 104.802.000. Tempat rekreasi dan olahraga di wisata candi-candi, Kaliadem, Kaliurang dan gardu pandang Rp 2,3 Miliar dan kerja sama pemanfaatan BMD bagi hasil PT Gaman Wisata Candi (TWC) senilai Rp 765 juta. “Diharapkan tahun depan targetnya terpenuhi,” imbuhnya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, dengan tetap dibukanya tempat wisata di Kabupaten Sleman, diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisata tetapi dengan tetap mentaati protokol kesehatan (prokes).

Kendati begitu, pemkab akan melakukan gas rem dengan melarang pesta kembang api baik pada malam natal maupun saat pergantian malam tahun baru. Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak merayakan malam tahun baru dengan berkumpul yang memicu titik kerumunan. “Malam perayaan tahun baru sebaiknya dirayakan di rumah saja,” tandasnya. (mel/din)

Sleman