RADAR JOGJA – Seiring terkendalinya kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman, permintaan akan donor plasma konvalesen mulai menurun. PMI Kabupaten Sleman mencatat tak ada permintaan donor plasma konvalesen sejak tiga bulan yang lalu. Sebagai perbandingan, permintaan melonjak tinggi saat masih berstatus PPKM Level 4.

Staff Pengerahan dan Pelestarian Donor Darah PMI Sleman Suraji menuturkan PMI Sleman sempat kewalahan saat kasus Covid-19 melonjak. Terlebih, pada saat itu belum dilengkapi dengan fasilitas alat yang memadahi. Alhasil pihaknya belum bisa memenuhi permintaan dari keluarga pasien Covid-19.

“Sekarang turun drastis bahkan tidak ada permintaan. Tapi kami tetap menyiagkan stok plasma konvalesen di PMI Sleman. Saat ini dalam jumlah yang aman dan siap dipakai apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” jelasnya ditemui di Kantor PMI Kabupaten Sleman, Selasa (14/12).

Suraji memastikan jangka waktu penyimpanan plasma konvalesen masih sangat aman. Ini karena masa simopan mencapai satu tahun. Sementara stok yang ada terkumpul baru beberapa bulan lalu.

Tercatat saat ini PMI Sleman memiliki 12 kantong plasma konvalesen. Seluruhnya tersimpan dengan baik di ruang penyimpanan. Suhu penyimpanan juga selalu terjaga agar daya tahan bisa mencapai satu tahun.

“Stok masih ada dari proses donor terdahulu. Sejak dibutuhkan sampai sekarang masih punya stok. Kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, siap, karena plasma konvalesen punya masa simpan cukup lama,” katanya.

Suraji mengajak para penyintas Covid-19 untuk dapat mendonorkan plasma konvalesennya. Hal ini sangat berguna tak hanya bagi pasien tapi juga pendonor. Setidaknya dapat mengetahui kondisi kesehatan terkini.

“Bagi masyarakat yang sehat dan memenuhi syarat, silahkan untuk dapat mendonorkan plasma konvalesennya. manfaatnya tak hanya dirasakan oleh pasien, tapi juga oleh pendonor,” ujar Suraji. (co1/dwi)

Sleman