RADAR JOGJA – Persimpangan Jalan Purbaya dan Jalan Kebon Agung di  perbatasan Kalurahan Tlogoadi dan Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Sleman perlu dilengkapi rambu-rambu lalu lintas (lalin). Sebab, tingginya kendaraan berlalu lalang di persimpangan jalan tersebut menyebabkan kendaraan rawan macet dan berpotensi terjadinya kecelakaan. Hal ini dikeluhkan pengguna jalan.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman Marjanto mengungkapkan, dua persimpangan jalan itu berada di dua kewenangan. Jalan Purbaya mengarah dari utara ke selatan merupakan jalan kabupaten, maka dikelola Pemerintah Kabupaten. Sementara Jalan Kebon Agung dari Timur ke Barat masuk Jalan Provinsi. Pengelolaannya dikelola Pemprov DIJ. Kendati begitu, keduanya sudah ada kesepakatan.

“Sudah kita koordinasikan dengan Dishub DIJ, simpang tersebut kewenangannya Dishub DIJ. Sudah sepakat penanganan simpang empat Cebongan akan dipasang Dishub DIJ,” terang Marjanto, dihubungi Radar Jogja, kemarin (25/11).

Disampaikan, penambahan fasilitas lalu lintas jalan sejatinya sudah direncanakan lama. Pada 2021 ini, sudah diusulkan Dishub DIJ. Kendati begitu, terkena refocusing anggaran. Sehingga belum dilakukan koordinasi lebih lanjut, hal tersebut. Kesepakatan, kewenangan dilimpahkan Dishub DIJ. “Detailnya ke Dishub DIJ,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub DIJ Taufik Sukmawan membenarkan, untuk pengadaan fasilitas lalu lintas di ke empat titik persimpangan jalan kabupaten maupun provinsi

itu menjadi kewenangan Dishub DIJ. Nantinya selain pemasangan rambu-rambu lampu alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) juga akan ditambahkan garis marka jalan. “Tahun depan nanti kita cek lagi. Karena bisa jadi penanganannya dilimpah di bidang lain. Garis marka sudah kita usulkan 2023,” katanya. Lanjut dia, penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU) sebelumnya juga sudah dilaksanakan pada 2020.

Karena, pengadaan bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan terkena rasionalisasi. Pihaknya belum dapat memastikan kapan pengadaanya akan dilakukan. Kendati ditargetkan 2023. Disebutkan, rencana pemasangan APILL nantinya juga akan dilakukan di simpang empat Jalan Gito-Gati dan Jalan Baru Murungan, Sleman. Dekat Masjid Suciati. “Kalau dulu dianggarkan berapa, nominalnya saya tidak hafal,” ungkapnya.

Sebelumnya, tidak adanya pengamanan rambu lalu lintas ini dikeluhkan pengguna jalan. Suryani, 33, pengguna jalan domisili Kulon Progo mengaku, beberapa kali bersenggolan dengan kendaraan lain saat menyebrangi persimpangan jalan tersebut. Terlebih saat pagi hari. Lokasi tersebut padat pejalan kaki hendak ke pasar, pengendara motor, mobil hingga truk besar bermuatan benda berat. Juga melintasi area tersebut. Minimnya pengawasan di lokasi menimbulkan kekhawatiran sendiri baginya.

Garis marka jalan yang sudah pudar ditambah zebra crossing atau lajur penyeberangan pejalan kaki yang sudah hilang. Menyebabkan kendaraan menumpuk tak beraturan. “Semestinya pemerintah segera turun tangan. Karena jalan ini termasuk jalan tembusan yang urgent menghubungkan jalur Kota Jogja ke Kulonprogo, begitu sebaliknya,” ungkap dia.

Hal senada juga dikhawatirkan Hadni, apabila jalan tidak dibantu pengaturannya oleh warga setempat, maka lalu lintas jalan akan semakin semrawut. Kecelakaan kecil atau serempetan berpotensi masif. “Terlebih saat hujan. Jalanan licin, pengguna jalan asal-asalan ditamah tidak ada yang jaga. Mengkhawatirkan,” tandasnya. (mel/pra)

Sleman