RADAR JOGJA – Legal drafting penerapan sistem online single submission (OSS) di Kabupaten Sleman menjadi pembicaraan serius Pansus Raperda Penyelenggaraan Perizinan Daerah bersama tim dari Kanwil Kemenkumham DIJ, Kamis (25/11/2021).

Sebagaimana diketahui, sistem perizinan terintegrasi tersebut diterapkan untuk memudahkan masyarakat. Guna mempercepat segala jenis perizinan. Namun, praktiknya dinilai sebaliknya. OSS justru dianggap menghambat proses perizinan. Terutama untuk izin-izin penting atau pembangunan fisik.

Anggota Pansus Raperda Penyelenggaraan Perizinan Daerah DPRD Kabupaten Sleman H. Suryana AMD Kes menyontohkan saat dia akan memperpanjang izin apotek miliknya. Dokumen yang dibutuhkan untuk di-upload ke OSS berkali-kali ditolak sistem karena soft file kartu tanda penduduk (KTP)-nya tidak terdaftar pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sleman. “Padahal sudah jelas KTP saya itu diterbitkan Disdukcapil Sleman dan berlaku seumur hidup,” bebernya.

Persoalan lain, karena semua sistem perizinannya secara online, pemohon tidak bisa melakukan tatap muka dengan petugas. Sementara sistem OSS sering offline. “Ini yang membuat tidak lancar. Seringkali juga ketika aksesnya sudah masuk sistem, tapi tidak cepat proses verifikasinya. Padahal semua harus OSS, ini kan menghambat,” ungkap politikus Partai Golkar itu.

Hambatan lain yang dirasakan karena sistem OSS tidak benar-benar satu pintu. Masih ada kelengkapan dokumen yang harus diurus sendiri-sendiri secara terpisah. Misalnya, izin lingkungan. Harus diurus di dinas lingkungan hidup. Lalu izin mendirikan bangunan atau persetujuan bangunan gedung dan layak fungsi diurus di dinas pekerjaan umum, perumahan, dan kawasan permukiman. “Itu pun pemohon izin masih harus mengumpulkan dokumen fisik. Apa gunanya sistem online kalau begitu,” kritiknya.

Suryana usul agar ke depan semua proses perizinan benar-benar satu pintu. selain itu, izin online cukup dengan dokumen digital. Supaya lebih ringkas dan mengirit biaya kertas.

Kendati demikian, Suryana tak menampik bahwa untuk pengurusan izin yang sifatnya sederhana memang sangat mudah dengan OSS. Misalnya izin produk industri rumah tangga (P-IRT) untuk usaha mikro kecil menengah. “Itu cepat. lima menit selesai,” ujarnya. (yog)

Sleman