RADAR JOGJA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman sempat mengalami devisit stok darah sejak awal pandemi Covid-19. Namun, kini tidak lagi. Makin tingginya kesadaran masyarakat untuk donor darah berbanding lurus dengan menurunnya kasus Covid-19 dan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

Bahkan, stok darah PMI Sleman saat ini sering lebih dari kebutuhan masyarakat. Per bulan bisa mencapai dua ribu kantong. “Kebutuhan darah di Kabupaten Sleman tak kurang dari 50 kantong per hari. Atau 1.500-an per bulan,” ungkap Ketua PMI Sleman Sunartono di sela aksi donor darah yang diselenggarakan Plawang Community di Sleman City Hall Rabu(17/11).

Sunartono berharap, stok darah PMI Sleman aman terus. Demi memudahkan masyarakat, khususnya pasien ruman sakit, yang membutuhkan darah. Pada aksi donor darah kemarin Sunartono menargetkan 250 kantong darah.

Aksi donor darah tersebut juga mendapat atensi khusus Persatuan Istri Anggota Dewan (PIAD) Kabupaten Sleman. Ketua PIAD Sleman Sasha Haris Sugiharta mengaku sangat apresiatif dengan penyelenggaraan kegiatan sosial tersebut. “Kegiatan ini bisa menjadi pemantik bagi komunitas lain untuk andil dalam penanganan masalah sosial di Sleman,” ujarnya.

Dikatakan, masalah sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Seluruh elemen masyarakat harus berperan aktif untuk bersama-sama membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Pada kesempatan itu, Sasha juga mendorong anggota Plawang Community untuk aktif membantu pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi terdampak pandemi Covid-19. “Agar kondisi ekonomi masyarakat segera pulih,” kata Sasha.

Sementara itu, Ketua Plawang Community Inung Marwoso mengatakan, aksi donor darah menjadi bagian dari rangkaian acara HUT ke-14 komunitasnya. Inung mengaku, sejauh ini sudah banyak kegiatan sosial yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. “Seperti donor darah ini. dari setetes darah semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Aksi donor darah tersebut juga dilandasi rasa empati bagi masyarakat yang membutuhkan. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 ini anggotanya ada yang sempat kesulitan mendapatkan darah ketika sangat membutuhkannya. “Selain kegiatan sosial, kami juga aktif pada kegiatan pendidikan,” ungkap Inung yang juga ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Sleman. (mel/yog)

Sleman