RADAR JOGJA – Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karta Sembada, Kalurahan Sidokerto mengaku lega. Setelah dua tahun dihujam pandemi Covid-19, tiga bulan terakhir ini BUMDes kembali bangkit. BUMDes yang bersumber dari pengelolaan retribusi parkir Pasar Kowen Sidokerto itu meningkat 40 persen.

Koordinator Lapangan Unit BUMDes Karta Sembada, Erwin Widodo mengatakan, BUMDes mulai bangkit setelah melonggarnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi level 2. Sejak September aktivitas jual beli di Pasar Kowen mulai normal. Meski pendapatan BUMDes belum menyamai kondisi normal sebelum pandemi. Namun dia bersyukur pendapatan BUMDes mulai membangkit. “Minusnya berkurang 40 persen,” kata Erwin di lokasi Pasar Kowen, Selasa (16/11).

Disebutkan, saat pandemi pendapatan BUMDes di bawah Rp 2 juta. Mulai September, pendapatan bertambah Rp 4 juta. Sehingga total pendapatan tercapai Rp 6 juta per sepasaran 5 hari sekali setiap Pon. Hal ini masih jauh dari kondisi normal. Sebelum pandemi Covid-19 asa, setiap Pon, pemasukan mencapai Rp 10 juta. “Artinya, masih perlu 40 persen lagi untuk menutup minusnya,” terang dia.

Dari pendapatan Rp 10 juta itu, Rp 1,5 hingga Rp 2 juta untuk setor pendapatan asli desa (PADes). Meski, oleh pemerintah desa PADes dikembalikan lagi untuk pengembangan Pasar Kowen. Meningkatkan sarana prasarana infrastruktur pasar. Meliputi, sarana protokol kesehatan (prokes), pembangunan fisik kios dan los. Dari semi permanen menjadi permanen.

Pasar Kowen ini bagian dari BUMDes, terdiri dari pasar unggas, klitikan dan kuliner. Dengan total pedagang sekitar 500-an orang. Kedepan pengelolaan BUMDes akan diperluas. Menggandeng pasar tradisonal Kalurahan setempat.
Erwin menyebutkan, pengelolaan BUMDes ini memberdayakan warga kalurahan setempat. Setidaknya melibatkan 34 orang. Terdiri dari penjaga toilet, parkir, keamanan dan lainnya.

Kasi Kesejahteraan (Ulu-ulu) Kalurahan Sidokerto Sigit Prabowo menambahkan, BUMDes Karta Sembada dibentuk pada 2017 dan telah diatur dalam Perdes nomor 4 tahun 2017. Pasar Kowen sudah menjadi unit BUMDes sejak pedagang masih berjualan dekat dengan Kantor Kapanewon Godean.
Pada 2019, pedagang dipindahkan di tanah kas desa yang dulunya lahan tebu. Oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dibangunkan pasar seluas kurang lebih 6 ribu meter persegi dari total lahan 1,2 hektare. ” Warga sekitar dapat menangkap peluang usaha,” pungkasnya. (mel/bah)

Sleman