RADAR JOGJA – Siswa SD, MI, dan Kejar Paket A di Kabupaten Sleman menjalani asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) sejak Senin (15/11) hingga Kamis (18/11).

ANBK diikuti 11.920 siswa SD dari 511 sekolah. Sedangkan MI 780 siswa dari 37 sekolah dan Paket A sebanyak 99 siswa dari 10 sekolah.

Sebagaimana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, pelaksanaan ANBK wajib taat protokol kesehatan (prokes).

Untuk memastikan kepatuhan terhadap prokes, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memantau ANBK di dua sekolah. Yakni SDN Dukuh 2 dan SDN Ngayen 1. Sedangkan Wabup Sleman Danang Maharsa meninjau ANBK di tiga sekolah. Yaitu SD Teladan, Gamping; SDN Semarangan I, Godean: dan SDN Gendengan, Seyegan.

Dari pantauan Radar Jogja, ANBK tiap sekolah rata-rata diikuti 30 siswa. Asesmen dibagi tiga sesi, sehingga tiap kelas berisi 9-10 siswa. “Semua (sekolah, Red) sudah menerapkan prosedur prokes dengan baik,” puji Kustini.

Selain prokes, kehadiran Kustini di sekolah penyelenggara ANBK untuk memastikan tidak ada klaster Covid-19. Dengan begitu proses PTM akan berjalan lancar dan bisa diikuti semua sekolah.

Sebagaimana diketahui, PTM di Sleman hanya dilaksanakan di sekolah yang berada di kapanewon berzona hijau. Sejauh ini PTM sudah digelar di 472 sekolah dari 511 SD se-Sleman.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana mengungkapkan, pelaksana PTM terbatas SD diawali masing-masing lima sekolah di 17 kapanewon. Total 85 sekolah. Lalu ditambah menjadi 170 sekolah, dan seterusnya. Penambahan jumlah sekolah pelaksana PTM terbatas berdasarkan hasil evaluasi prokes dan potensi sebaran Covid-19.

Sementara itu, Wabup Danang Maharsa mengatakan, pelaksanaan ANBK di sekolah yang dia tinjau juga sudah menerapkan standar prokes. “Alhamdulillah prokesnya sudah baik. Semoga lancar sampai akhir ANBK,” harapnya.(yog)

Sleman