RADAR JOGJA – Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) menggelar sarasehan dan dialog mengenai pemulihan pariwisata dimasa PPKM Level 2. Kegiatan berlangsung di Urban Punokawan Resto dan Oleh-oleh Cupuwatu, Kalasan, Sleman, Selasa (16/11).

Ketua BPPS Agung Tris Sasongko menyampaikan terdapat 14 destinasi wisata di Sleman yang beroperasi hingga saat ini. Seluruhnya telah memenuhi persyaratan dari CHSE hingga QR Code PeduliLindungi. Dua diantaranya adalah Tebing Breksi dan Merapi Park.

“Ada juga event besar yang akan diselenggarakan BPPS dan Dinas Pariwisata Sleman dalam waktu dekat, yaitu Sleman Temple Run dan Sleman Heritage Walk,” jelasnya, Selasa (16/11)..

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono memastikan Pemkab Sleman tidak mempersulit atau menutup destinasi wisata. Hanya saja pihaknya memperketat protokol kesehatan (prokes). Termasuk menyelenggarakan kegiatan vaksinasi Covid-19.

Mantan Panewu Cangkringan ini menuturkan tempat wisata terbuka terhadap kunjungan. Hanya saja para wisatawan wajib memenuhi persyaratan. Pertama menggunakan aplikain PeduliLindungi saat masuk ke tempat wisata. Selain itu juga tetap menjaga prokes selama berada dilokasi destinasi wisata.

“Tentunya sesuai anjuran dari Pemerintah. Bahwa telah divaksin menjadi syarat wajib bagi pengunjung memasuki lokasi wisata,” katanya.

Ketua BPC PHRI Sleman Joko Paromo menegaskan seluruh anggotanya wajib menerapkan prokes secara ketat. Termasuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan mengantongi CHSE. Tujuannya agar aktivitas dunia pariwisata di Sleman berjalan dengan sehat dan nyaman.

“Salah satu manfaat lainnya dapat melaporkan tracing pergerakan wisatawan. Jadi untuk aplikasi PeduliLindungi ini memang penting,” ujarnya. (om10/dwi)

Sleman