RADAR JOGJA – Lama bertahan dengan zona hijau, sebagian wilayah Kapanewon Tempel, Sleman, akhirnya ada yang masuk zona merah. Panewu Tempel Wawan Widiantoro mengatakan, dua wilayahnya yang berzona merah adalah Merdikorejo dan Lumbungrejo.

Di Merdikorejo terdeteksi seorang positif Covid-19 di Padukuhan Wonorejo RT 3/RW 2. Sedangkan di Lumbungrejo juga seorang positif Covid-19 di Padukuhan Bibis RT 03/RW 2. Dari hasil tracing, Wawan memastikan penyintas Covid-19 di wilayahnya tak terkait dengan klaster takziah Sedayu, Bantul maupun klaster pabrik tahu di Somodaran, Banyuraden, Gamping. “Untuk data terakhir per 14 November 2021 tinggal Lumbungrejo yang zona merah. Merdikorejo sudah oranye,” ungkapnya Senin (15/11).

Wawan mengatakan, pententuan zona Covid-19 terus dipersempit. Misalnya ada satu saja yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka wilayah kalurahan itu yang menjadi zona merah. Hal itu terkait dengan potensi penularannya agar tidak meluas. “Begitu ada satu saja positif (Covid-19, Red), semua kegiatan masyarakat di wilayah itu kami off-kan sementara. Hingga masa isolasi mandiri penyintas selesai,” ungkapnya.

Sejauh ini petugas puskesmas setempat telah digerakkan untuk melakukan tracing, testing, dan treatment (3T) di wilayah tinggal penyintas Covid-19. Agar kasus positif tak bertambah. “Bisa jadi karena saat ini mobilitas warga mulai tinggi, penularan Covid-19 juga naik. Ini harus kita waspadai bersama,” tuturnya. Oleh karena itu, Wawan mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Kumala Dewi mengingatkan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 saat ini bukan berarti masyarakat bebas beraktivitas. Tapi ada batasan-batasan dalam pelonggaran PPKM. Seperti dalam resepsi pernikahan dibatasi 50 persen hadirin. Juga di tempat-tempat wisata. Selain 50 persen pengunjung juga wajib upload data aplikasi PeduliLindungi. “Ingat prokes 5M, itu yang terpenting. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” tegasnya. (yog)

Sleman