RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X (HB X) mendorong agar digitalisasi mulai merambah dunia pertanian. Tujuannya agar para petani dapat bersaing dalam era penjualan yang serba modern. Pernyataan ini terlontar saat tinjauan ke Pasar Lelang Cabai Purwobinangun Pakem Sleman, Senin (15/11).

Lebih lanjut, HB X juga menuturkan strategi digitalisasi terbukti efektif. Terutama dalam meraih pangsa pasar yang lebih luas. Imbasnya bagi petani tetap makmur sementara untuk pemerintah sebagai upaya pengendalian inflasi.

“Stimulus bisa dengan intervensi disektor pertanian dan pangan menjadi mutlak adanya. Kolaborasi pemerintah dapat mendorong berbagai inovasi sebagai upaya pengendalian inflasi dan aplikatif, antisipatif dan dapat menggerakan perekonomian masyarakat secara berkesinambungan,” jelasnya, di sela-sela tinjauan, Senin (15/11).

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menuturkan digitalisasi adalah arahan dari Presiden Joko Widodo. Berupa pesan agar pemerintah daerah dapat memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 secara baik. Salah satunya dengan digitalisasi UMKM khususnya sektor pangan.

HB X menilai Pasar Lelang Cabai Purwobinangun ideal. Ini karena adanya inovasi digital. Transaksi berlangsung dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Alhasil capaian pasar maupun harga dapat diraih dengan lebih optimal.

“Intervensi dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi sektor pertanian sekaligus sebagai upaya menggerakan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan inilah yang juga penting,” katanya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memastikan pasar lelang cabai memaksimalkan teknologi yang ada. Alhasil target pasar atau pembeli menjadi lebih luas. Dampak ekonomi ke petani juga lebih terasa dengan sistem lelang digital tersebut.

Keberadaan pasar lelang cabai, lanjutnya, menjadi pengedali fluktuasi harga cabai. Sehingga harga cabai cenderung stabil sepanjang tahun. Selain itu juga menjamin ketersediaan stok dipasaran.

“Saat ini semua diterapkan maka terjadinya inflasi dapat ditekan. Aplikasi yang kami gunakan itu dipanen.id. Bisa diunduh lewat play store guna memudahkan transaksi,” ujarnya.

Seiring berjalan waktu, petani mulai mempercayakan penjualan hasil panen melalui pasar lelang. Terbukti dengan data yang masuk dari setiap tahunnya. Pada 2020 meningkat menjadi sebesar 6.391,56 kuintal dari awalnya 5.529,43 kuintal di 2019.

“Hasil panen cabai di Sleman pada saat musim raya perhari rata rata  mencapai 20 ton. Sedangkan yang dipasarkan melalui Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) berkisar antara 10 hingga 12 ton perhari. Untuk musim-musim seperti saat ini jumlah cabai yang beredar di PPHPM mencapai sekitar 6 hingga 7 ton perhari,” katanya. (dwi)

Sleman