RADAR JOGJA – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal terjadi di Jalan Ringroad Barat, Simpang Empat Demak Ijo, Kalurahan Banyuraden, Gamping, Sleman, kemarin (11/11). Bus Maju Lancar berpelat AB 7682 CD menabrak traffic light (lampu rambu lalu lintas) dan kemudian terguling. Nahas, bus menyerempet penjual koran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tetapi, sejumlah penumpang dan seorang pejalan kaki mengalami luka-luka.

“Totalnya ada 19 orang di dalam bus. 16 penumpang ditambah satu sopir, kernet dan kondektur,” ungkap Kanit Laka Polres Sleman Iptu Galan Adi Darmawan dihubungi Radar Jogja, kemarin.

Pengemudi bus, Rasikun, 51, warga Secang, Magelang tidak mengalami luka. Seorang penumpang mengalami luka berat di bagian kepala. Penumpang lainnya, mengalami luka ringan di bagian kaki dan tangan. Sementara penjual koran mengalami luka robek di bagian kepala, tangan kiri lecet dan bahu kiri patah. “Penumpang  luka-luka dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman,” katanya.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 06.00. Saat itu kondisi hujan deras. Bus melaju di jalur cepat. Dari arah selatan menuju utara. Bus ditenggarai menuju Terminal Jombor. Diduga bus melaju cepat.

Sesampainya di simpang empat Demak Ijo, traffic light pun menyala merah. Sontak supir mengerem mendadak. Karena jalanan licin, ban bus bagian belakang selip ke arah kiri. Kemudian bus terbanting ke kanan dan mengenai penjual koran yang berdiri di trotoar.

Diketahui, angka kecelakaan di Kabupaten Sleman 2021 tinggi. Hingga kemarin tercatat 1.400 kejadian. Galan menyebut, rata -rata laka lantas perbulannya mencapai 100 hingga seratus lebih kejadian. Baik laka kerugian material, luka ringan maupun meninggal dunia.

Kapolres Sleman AKBP Wachyu Budi Sulistiyono mengatakan, mayoritas kecelakaan dipicu dari pelanggaran lalu lintas. Mulai dari pelanggaran traffic light, mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi, mengantuk dan ketidakdisiplinan lainnya. Abai terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain. Aturan pengguna jalan diatur dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Dia menyarankan, sebelum berpergian ada baiknya mengecek kondisi kendaraan. Kemudian pengguna jalan diharapkan mengutamakan keselamatan. “Keselamatan itu penting. Ingat, ada keluarga menunggu kita di rumah,” pesannya. (mel/bah)

Sleman