RADAR JOGJA – Dugaan kekerasan terhadap warga binaan permasyarakatan (WBP) yang terjadi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Jogjakarta turut menarik perhatian Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Dengan melakukan pemeriksaan langsung terhadap kepala lapas dan sejumlah sipir lapas.

Ketua Tim Pemantauan Penyelidikan Komnas HAM Tama Tamba mengatakan, selain menerima aduan dari korban, pihaknya juga memeriksa Kepala Lapas Narkotika Cahyo Dewanto dan sejumlah petugas lapas terkait dugaan kekerasan tersebut. Dia menyebutkan, aduan korban telah dia terima baik melalui virtual maupun langsung. Sementara kepala lapas dan petugasnya dimintai keterangan.”Beberapa pegawai sudah kami temui dan mintai keterangan, tetapi itu masih bagian substansi. Kami belum dapat sampaikan,” kata Tama disela kunjungannya ke Lapas Narkotika, berlokasi di Kapanewon Pakem, Sleman, Rabu (10/11).

Saat ditemui awak media, Tama dan timnya tak banyak komentar. Pihaknya, akan terus melanjutkan penyelidikan hingga sore hari.”Kami bertugas hingga Kamis (hari ini),” bebernya. Usai itu pihaknya akan kembali ke Jakarta dan melaporkan hasil penyelidikan di lapangan kepada pimpinannya.

Terpisah Ketua ORI Wilayah  DIJ Budhi Masthuri mengatakan, telah menurunkan tiga tim dalam penyelidikan kasus ini. Setiap tim yang diterjukan beranggotakan dua orang. Mereka ditugaskan untuk mengambil keterangan kepala lapas dan petugas lapas yang namanya muncul dari aduan pelapor. Termasuk hasil observasi tempat.

Disebutkan, berdasarkan aduan pelapor, dugaannya lima orang. Sementara observasi tempat dengan memintai keterangan petugas klinik lapas. Dokter dan perawat. Selain itu juga melihat daftar pasien, daftar nama lapas dengan masuk ke dalam klinik.

Instansinya juga mengambil keterangan dari dokter dan perawat klinik, warga binaan dan petugas lapas agar hadir di hadapan tim-nya. Kemudian disumpah. Memberikan keterangan benar. ”Hasil penyelidikan masih dalam pengolahan,” sambungnya.

Vincentius Titih Gita Arupadhatu salah satu pelapor yang mengaku sebagai korban mengapresiasi kinerja pengawas dalam menyelesaikan dugaan kasus ini. Pihaknya tak ingin semakin banyak korban kekerasan akibat oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

”Supaya semua lebih baik, dari lapas sendiri ada pembinaan. Karena juga masih banyak petugas-petugas yang baik,” katanya.”Saya pribadi dan teman-teman mengapresiasi supaya lapas lebih baik. Jangan sampai lapas yang sudah baik ini dirusak oknum yang kelewatan.” (mel/pra)

Sleman