RADAR JOGJA – Jumlah kasus positif Covid-19 dari klaster takziah Sedayu, Bantul yang menyebar di wilayah Sleman bertambah enam orang. Dari dataS semula 69 kasus per 6 November, kini menjadi 75. Semuanya orang tanpa gejala (OTG).
Kasus tersebut terdeteksi di 9 puskesmas di 7 kapanewon. Yakni Gamping, Godean, Minggir, Moyudan, Seyegan, Ngaglik, dan Depok.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman H. Sukamto SH menaruh perhatian serius terhadap cepatnya persebaran Covid-19 klaster Sedayu di wilayahnya. Dia mendesak pemerintah daerah melalui dinas kesehatan dan satgas Covid-19 bergerak cepat dan masif untuk melakukan tracing kasus tersebut. Agar tidak menyebar di kapanewon lain. “Kasus ini harus terkendali. Testing, tracing, dan treatment harus lebih rapat. Apalagi semua penyintas itu OTG,” ingat politikus Partai Golkar asal Margodadi, Seyegan.

Sukamto mengimbau seluruh warga Sleman yang kontak erat dengan penyintas klaster Sedayu segera melakukan swab antigen atau PCR. Dan dengan kesadaran sendiri melakukan isoman. “Jangan ke mana-mana dulu. Jaga jarak, hindari kerumunan. Rajin cuci tangan dan pakai masker meski di rumah. Agar tidak ada anggota keluarga yang tertular,” tuturnya.

Dia berharap, adanya klaster takziah tersebut, status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Sleman yang sudah turun ke level 2 tidak naik lagi.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengklaim, klaster takziah Sedayu sudah terkendali. Semua penyintas Covid-19 klaster Sedayu telah menjalani isolasi mandiri (isoman). “Sebagian ada yang isolasi (terpusat, Red) di Asrama Haji,” jelas Kustini kemarin.

Selain itu, dinas kesehatan terus menyisir kemungkinan ada penyintas lain dari klaster Sedayu. Agar tidak meluas ke wilayah lain. “Awalnya kasus Covid-19 di Sleman sudah menurun. Kini masif lagi. Tentu hal ini sangat disayangkan,” sesalnya.

Oleh karena itu, Kustini mengingatkan masyarakat agar tidak abai protokol kesehatan. Terlebih saat mengikuti kegiatan yang melibatkan banyak orang. “Semua harus waspada. Jangan hanya karena simpati pada saat takziah atau hajatan lain justru level PPKM Sleman naik lagi,” tegasnya.(yog)

Sleman