RADAR JOGJA – Kalurahan Sumberarum, Moyuden siap menggelar Pemilihan Lurah (Pilur) gelombang II pada 12 Desember mendatang. Setelah satu calon lurah di kalurahan ini batal mengikuti Pilur demi hukum. Terganjal Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 42/PUU-XIX/2021.

Bahkan, kontestasi Pilur di kalurahan ini semakin semarak. Sebab, salah satu panitia Pilur turut mencalonkan diri. Bahkan, desas desusnya ada tiga hingga empat orang yang hendak maju nyalon. Panitia Pilur tersebut adalah Amin Widodo. Sekaligus perangkat kalurahan setempat. Menjabat sebagai kasi kesejahteraan atau ulu-ulu.”Tadi saya dan beberapa perangkat kalurahan lainnya ke Pemkab membahas kelanjutan Pilur di Sumberarum,” ungkap Amin, dihubungi Radar Jogja, Jumat sore (3/11).

Amin mengaku, pihaknya hendak mengundurkan diri sebagai panitia Pilur dan akan digantikan dengan pamong desa lainnya. Hasil dari pembahasan Pilur oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMT) Kabupaten Sleman selanjutnya akan disosialisasikan kepada masyarakat, sembari menyosialisasikan kepanitiaan baru. Sosialisasi digelar pada Rabu malam (3/11). “Antusias yang ingin mencalonkan banyak, tetapi pastinya kita tunggu nanti, saat pendaftarannya,” ungkap Amin. Menurutnya, meski digelar terlambat. Tidak mempengaruhi antusias masyarakat mengikuti kontestasi ini.

Plt Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMT) Kabupaten Sleman Budiharjo mengatakan, Dinas telah memanggil beberapa pemerintahan desa dan kapanewon. Yakni, panitia Pilur, badan permusyawaratan kalurahan (BPK), Pj Lurah Sumberarum dan Panewu Moyudan. Pemanggilan dengan elemen yang sama juga dilakukan terhadap Kalurahan Selomartani, Kalasan.

Pilur gelombang II dilaksanakan sejalan dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 48 2021 tentang tata cara pemilihan lurah dalam kondisi khusus dan Keputusan Kepala Dinas PMT Kabupaten Sleman Nomor 027/Kep.Ka/DPMK/2021 tentang tahapan pemilihan lurah serentak gelombang II 2021.

Pilur gelombang II yang digelar dengan sistem E-Voting itu akan melalui sejumlah tahapan. Yakni, tahapan penjaringan atau pendaftaran ulang bakal calon lurah, yang dibuka pada 8-18 November. Atau selama sembilan hari kerja. Nah, apabila selama masa penjaringan jumlah calon belum memenuhi kuota minimal dua calon termasuk calon lurah dari Pilur gelombang I kalurahan tersebut, maka akan ditambahkan tujuh hari kerja. “Kami perpanjang waktunya sebagaimana aturan tahapan Pilur pada umumnya,” ungkap Budi.

Lalu tahapan selanjutnya, penetapan dan pengumuman calon lurah. Dilaksanakan pada 22 November mendatang. Ujian tertulis bakal calon lurah, digelar 3 Desember. 12 Desember saat emungutan suara e-voting digelar. Dan di hari yang sama pula dilakukan penetapan calon terpilih. Sementara pelantikan lurah terpilih pada gelombang II ini digelar pada 16 Desember. “Pelantikan lurah gelombang I dan II dilaksanakan di waktu berbeda. Gelombang I di 33 kalurahan dilaksanakan pada 15 November ini,” tandasnya. (mel/pra)

Sleman