RADAR JOGJA – Destinasi wisata di Kabupaten Sleman yang dibuka semakin bertambah seiring menurunnya level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi level 2. Bila sebelumnya hanya tiga destinasi wisata yang memperoleh izin buka, kini bertambah menjadi 14 objek wisata (obwis).

“Tempat wisata tersebut, sudah mendapatkan QR Code dari pusat,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Suparmono dihubungi, Kamis (21/10).
Disebutkan sebelas obwis tersebar dibeberapa kapanewon. Antara lain, Candi Banyunibo (Prambanan), Studio Alam Gamplong (Moyudan), Taman Kaliurang, Argo Wisata Bumi Merapi, Museum Gunung Merapi dan Museum Ullen Sentalu (Pakem). Monumen Jogja Kembali (Ngaglik), Kalikuning Park Plunyon (Cangkringan) dan Desa wisata Karangtanjung (Sleman), Desa Wisata Grogol (Seyegan) dan Jogja Bay.

Sementara ada beberapa yang masih dalam proses pengajuan QR Code. Yaitu, obwis Tlogo Putri, Gardu Pandang Kaliurang, Tlogo Muncar Nirmolo (Pakem), Candi Ijo (Prambanan), Candi Sambisari (Kalasan), Jogja exotarium (Mlati), Sindu Kusuma Edupark (Mlati), Bunker Kaliadem (Cangkringan). Nantinya, tutur Pram setelah mengantongi CHSE dan juga QR Code, bakal menyusul untuk dibuka.

Meski pariwisata dilonggarkan, pembukaan tempat wisata tetap mengacu Instruksi Bupati (Inbup) nomor 33 2021. Serta aturan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Terkait prosedur pembukaan wisata dan sesuai protokol kesehatatan (Prokes) dengan menyiapkan akses Peduli Lindungi.

“Bedanya dengan PPKM Level 3, pointnya ada di pengunjung saat ini boleh di bawah usia 12 tahun. Kalau kapasitas pengunjung 25 persen dari kuota obwis,” terang mantan Panewu Cangkringan itu.

Dalam waktu dekat ini, Pemkab Sleman hendak membuka retribusi wisata di kawasan wisata Kaliurang dan Cangkringan. Pihaknya, tengah melakukan verifikasi terhadap kesiapan pembukaan beberapa destinasi di kawasan tersebut. “Kalau masuk kawasan sana bayar retribusi, ,” ucap Pram.

Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mendorong tempat wisata agar segera mengajukan CHSE dan QR Code agar dapat segera dibuka. Dari sekitar 126 obwis di Kabupaten Sleman, baik dikelola Pemkab Sleman, swasta maupun masyarakat, diharapkan mengantongi persyaratan tersebut. Selain itu baik pengunjung maupun pengelola wisata setidaknya harus sudah vaksin. ”upaya antisipasi persebaran Covid-19,” terangnya. (mel/bah)

Sleman