RADAR JOGJA – Hampir dua tahun lamanya, industri event mati suri akibat merebaknya pandemi Covid-19. Untuk itu, Kemenparekraf RI mengadakan sosialisasi mengenai Cleanliness, Health, Safety, Environtment, Sustainability (CHSE) pada penyelenggaraan event.

Hal ini untuk memberikan semangat dan menumbuhkan kepercayaan pada pelaku industri event untuk tetap dapat berkarya di tengah pandemi Covid-19. Sosialisasi ini dilaksanakan di enam kota di Indonesia, diantaranya Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Lombok.

Koodinator Strategi dan Promosi Event Daerah Kemenparekraf Hafiz Agung Rifai mengatakan, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai sektor salah satunya penyelenggaraan event. Kegiatan-kegiatan yang biasanya rutin dilaksanakan setiap tahunnya, terpaksa harus dibatalkan karena adanya pembatasan kegiatan masyarakat.

”Karena itu, kami menyusun panduan penyelenggaraan event di masa pandemi Covid-19,” ujarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan Cerita Protokol CHSE Event (Cerpen) di Kejawa Resto, Kamis (21/10).

Turunnya level PPKM pada beberapa waktu yang lalu, menggugah para penyelenggara event di Jogjakarta untuk meminta rekomendasi kepada Kemenparekraf. Nantinya, rekomendasi ini akan menjadi syarat untuk mendapatkan izin keramaian dari pihak kepolisian selama penyelenggara event telah mengikuti aturan CHSE.

”Termasuk kesiapan mitigasi, jika nantinya terdapat calon peserta atau penonton saat di test swab antigen, dinyatakan positif Covid-19. Penyelenggaraan event juga harus menerapkan pengecekan peserta atau penonton telah divaksin atau melalui peduli lindungi,” tambahnya.

Chief Excecutive Officer Prambanan Jazz Festival Anas Syahrul Ilmi mengatakan, pada akhir tahun nanti pihaknya telah menyiapkan gelaran Prambanan Jazz yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Jogja sudah level 2, berarti sesuai Inmendagri boleh melaksanakan aktivitas seni budaya maka seharusnya Prambanan Jazz sudah boleh asal kami mengantongi izin ada dari satgas dan izin keramaian dari kepolisian,” ujar Anas.

Direktur Program Artjog Gading Narendra Paksi mengatakan, banyak gelaran event di Jogjakarta yang diselenggarakan pada akhir tahun seperti JogjaRockarta Festival, Prambanan Jazz, dan Festival Film Dokumenter. ”Kami juga akan melakukan persiapan penyelenggaraan Artjog pada 2022 nanti” tambahnya.

Melalui sosialisasi CHSE canangan Kemenparekraf ini, diharapkan nantinya para pelaku event tak lagi ragu dalam menyelenggarakan event tentunya dengan dibarengi penerapan aturan CHSE dan protokol kesehatan secara ketat.

Setelah Medan dan Jogjakarta, Kemenparekraf akan menggelar acara CERPEN di Surabaya, Makassar, dan Lombok, untuk menyosialisasikan protokol CHSE yang diselenggarakan dalam tiga tahap, mulai Agustus hingga November 2021. Untuk informasi lebih lanjut tentang kampanye CHSE, silakan kunjungi chse.kemenparekraf.go.id. (*/co1/ila)

Sleman