RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 bukan halangan untuk membina para milenial menjadi sociopreneur andal. Lewat ajang Brisoprema, Pusat Kajian Kepemudaan atau Youth Studies Centre (YouSure) Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) tetap menyelenggarakan kompetisi sociopreneur muda Indonesia meski secara daring.

Ketua Pelaksana Brisoprema 2021 Dr Hempri Suyatna mengatakan, Brisoprema kembali hadir untuk menyemai dan memberi apresiasi kepada benih sociopreneur muda atas kreativitas, sumbangsih, dan kerja keras kaum muda dalam mencari solusi atas problem sosial ekonomi  di Indonesia. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.

Ajang tersebut diharapkan dapat mendorong beragam solusi atas permasalahan yang timbul selama pandemi Covid-19.  “Meski di tengah pandemi, kami berharap tetap bisa memunculkan bibit-bibit sociopreneur muda yang mampu memberikan inovasi kewirausahaan sosial. Inovasi ini kemudian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi masalah-masalah sosial yang muncul di era pandemi ini,” ungkapnya Kamis (20/10).

Sejauh ini telah terjaring 12 finalis. Masing-masing enam kategori kick off dan enam start up. Finalis kick off, antara lain, Script-See dari DIJ, Econella (Sulawesi Selatan), BahanAjar.ID (Jawa Barat), RAYA (Jawa Barat), Nirbana (DIJ), dan Pasar Naga Terapung (Banten).

Sedangkan finalis start up, yaitu Terasa Indonesia (Kalimantan Timur), Lemonto (Jawa Timur), Chickin (DKI Jakarta), WarungMakan (DIJ), Lokality Indonesia (DIJ), serta Starla Education (Jawa Timur). “Para sociopreneur tersebut terpilih menjadi finalis kompetisi Brisoprema 2021 didasarkan pada poin-poin penilaian berupa dampak sosial, performance, serta keberlangsungan usaha,” jelas Hempri.

Para finalis tersebut telah diseleksi dan dinilai oleh para juri. Pemenangnya akan diumumkan saat awarding night 10 November, pukul 19:00. (yog)

Sleman