RADAR JOGJA – Pemkab Sleman terus melakukan sweeping untuk menjaring warga yang belum vaksinasi Covid-19. Meskipun cakupan vaksinasi di Kabupaten Sleman saat ini telah melebihi syarat minimal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 yang ditentukan pemerintah pusat. Yakni 50 persen vaksinasi dosis pertama secara umum. Serta 40 persen khusus lansia.

Data terakhir per 18 Oktober menunjukkan, vaksinasi dosis pertama di Sleman mencapai 83,9 persen dari 878.367 sasaran. Sedangkan vaksinasi lansia lebih dari 68 persen dari 124.932.

Sweeping digencarkan untuk mencapai target 100 persen sasaran vaksinasi pada November. Agar level PPKM turun lagi.
Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman Novita Kresnaeni mengatakan, sweeping melibatkan banyak elemen pemerintahan maupun masyarakat. Misalnya dinas pendidikan. Bertugas menyisir sekolah yang siswanya belum divaksinkasi. “Kami mobile secara door to door ke sekolah-sekolah,” ujarnya, Selasa (19/10).

Dinas kesehatan juga menggandeng puskesmas di tiap wilayah. Melibatkan ketua-ketua RT/RW untuk menyisir warga setempat. Setelah data warga terkumpul, dinas kesehatan akan menyiapkan lokasi vaksinasi. “Polanya, masyarakat datang layaknya ke posyandu,” jelas Novita.

Di sisi lain, Novita mengimbau masyarakat agar tetap taat protokol kesehatan (prokes) selama PPPKM level 2. Sebab, penurunan level PPKM tidak hanya didasarkan pada capaian vaksinasi. Selain itu ada dua indikator lain, yakni kapasitas transmisi dan respons.

Kapasitas transmisi berdasarkan kasus positif dan meninggal per 100 ribu jumlah penduduk Sleman dalam satu minggu. Ditambah melonggarnya bed occupancy rate (BOR). Kemudian respons dilihat dari percepatan penanganan 3T (tracing, testing, dan treatment). “Makanya, prokes tidak boleh kendor,” tegasnya.

Langkah percepatan vaksinasi oleh Pemkab Sleman mendapat dukungan penuh masyarakat. Pujiono, salah seorang ketua RT di Kalurahan Trimulyo, turut gencar menyosialisasikan kegiatan vaksinasi bagi warganya. Informasi dia sampaikan melalui grup WhatsApp. “Warga yang belum vaksinasi kami imbau segera. Supaya di Sleman segera terbentuk herd immunity,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sleman Yani Fathu Rahman apresiatif dengan langkah taktis yang dilakukan pemerintah daerah dalam percepatan vaksinasi Covid-19. Yani mendorong seluruh koleganya di lembaga legislatif turut menyokong pemerintah untuk mempercepat vaksinasi. “Setidaknya dewan bisa menyasar konstituen di daerah pemilihan masing-masing,” katanya.(mel/yog)

Sleman