RADAR JOGJA – Kini berwisata ke Kabupaten Sleman, mulai dilonggarkan. Kapasitas pengunjung tetap 25 persen, tetapi pengunjung di bawah usia 12 tahun sudah diizinkan masuk ke tempat wisata. Hal ini sejalan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) turun menjadi level 2.

Dan sesuai Instruksi Bupati (Inbup) Sleman nomor 33/INSTR/2021.
”Dengan syarat harus didampingi orang tua,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Suparmono, dihubungi Radar Jogja, kemarin (20/10).

Pram, sapaannya menjelaskan, tidak ada kriteria khusus. Usia di bawah 12 tahun yang dimaksud mulai dari bayi, hingga usia anak-anak. Baik berkomorbid ataupun tidak. Asalkan saat berwisata tetap dalam pendampingan orang tua. Nantinya, orang tua yang melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya.

Kendati demikian, kecuali pengunjung anak-anak yang belum mendapatkan jatah vaksin atau di bawah usia 12 tahun, wajib memiliki akses Peduli Lindungi. Hal ini untuk mamastikan bahwa pengunjung benar-benar telah tervaksin. Juga sebagai tolak ukur jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas kunjungan di objek wisata (obwis).

Tntuk pengawasan anak-anak di tempat wisata, hendaknya diperketat lagi. Selain oleh orangtua, juga pengawas atau satuan gugus tugas (satgas) di masing-masing tempat wisata. Sehingga dengan melonggarnya aturan ini, pengunjung tetap terpantau.

Sementara itu Direktur Obwis Merapi Park Redita Utami berharap, pelonggaran membawa dampak baik serta peningkatan perekonomian dari sektor wisata. Peningkatan pengunjung anak-anak di Merapi Park mulai kentara. Kendati hal ini belum memberikan dampak signifikan pada peningkatan pengunjung. ”Kami mengapresiasi dan berterimakasih kepada pemerintah atas kelonggaran per hari ini,” ucapnya. (mel/bah)

Sleman