RADAR JOGJA – Pasca pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level di DIJ dilonggarkan, okupansi hotel di Sleman mengalami peningkatan cukup signifikan. Dari awalnya di angka 15 persen, kini meningkat menjadi 85 persen. Peningkatan ini dibarengi dengan dibukanya beberapa pariwisata di DIJ.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman Joko Paromo mengatakan, okupansi hotel paling banter pada saat weekend. Di sejumlah hotel di wilayah Sleman sudah tembus 80 hingga 85 persen. Sejak hari Jumat, tamu sudah mulai memadati hotel.

Sebagian besar para pelancong dari rombongan pekerja maupun keluarga. Sebagian kecil untuk kegiatan wedding, meeting dan acara lainnya. Selain pengunjung lokal DIJ, juga masif dari luar daerah, seperti dari Jawa Barat, Jakarta, maupun Jawa Timur.

Saat awal pemberlakuan PPKM, okupansi rendah. Setelah level turun dan melonggar kegiatan sudah diizinkan, kunjungan hotel pun semakin naik. “Kunjungan merata, baik hotel yang di tengah kota maupun yang di pinggir (kota, Red),” ungkap Joko dihubungi kemarin (17/10).

Meski sudah banyak pengunjung, menurut Joko, protokol kesehatan (prokes) menjadi perhatian utama untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bersama. Dari kurang lebih 120 hotel di bawah naungan PHRI, sudah menerapkan PeduliLindungi bagi pengunjung.

Prokes yang jelas menjadi pilihan tamu. Dia berharap hotel non PHRI turut menggunakan PeduliLindungi sebagaimana mendukung program pemerintah.
Sementara untuk restoran di hotel, juga mulai banyak yang buka. Kendati peminatnya tidak terlampau tinggi. Menurutnya, mayoritas pengunjung hotel cenderung makan di luar hotel. Disebukan kurang lebih ada 40 restoran yang bergabung dengan PHRI Sleman.

Demi kesejahteraan bersama, Joko menekankan agar semua tidak lena terhadap kondisi yang masih dalam pandemi Covid-19 ini. Hal ini untuk membangkitkan perekonomian yang sebelumnya mengalami keterpurukan.

Seorang wisatawan dari Jawa Barat Andis Mulya Putra, 30, mengatakan, pelayanan hotel saat ini jauh lebih ketat dari sebelumnya (sebelum ada PPKM, Red). Menurutnya, hal ini jauh lebih baik. Meski saat ini kunjungan wisata dilonggarkan, ada baiknya pengawasan diperketat.

“Saling mengingatkan juga menjadi edukasi. Agar ke depan ekonomi semakin cepat pulih dan tetap dibarengi dengan aktivitas, pariwisata sehat,” beber Andis yang juga tamu hotel di wilayah Depok, Sleman, itu. (mel/laz)

Sleman