SLEMAN, Radar Jogja – Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sleman hampir mencapai 80 persen untuk dosis pertama.

Anggota Komisi D DPRD Sleman Suryana AMd Kes berharap,  vaksinasi bagi siswa sekolah dipercepat. Hal itu sebagai upaya menciptakan kekebalan imun anak jelang pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. “Sebisa mungkin PTM dilaksanakan semua sekolah,” ujarnya  (6/10/2021).

Terkait hal itu, Suryana mewanti-wanti para penyelenggara PTM untuk menjalanakan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Politikus Partai Golkar itu meminta pihak sekolah mengatur alur keluar masuk siswa ke ruang kelas. Agar tiap siswa tak saling berpapasan.

Lama waktu PTM hanya tiga jam tanpa istirahat. Ini demi menghindarkan anak-anak saling berkerumun. “Tiap ruang bisa dipakai dua gelombang. Siswa jelas pagi keluar, yang kelas siang masuk. Masing-masing lewar jalur yang berbeda,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana mengungkapkan, PTM rencananya akan dimulai 11 Oktober. Pada masa transisi, jumlah siswa ditentukan separo dari kuota kelas.

Waktu pembelajaran maksimal 2 jam untuk SD dan 3 jam SMP. Dengan durasi per mata pelajaran kurang lebih 45 menit. “Dalam seminggu dua kali tatap muka,” jelasnya.

Kabid Pembinaan SMP Dwi Warni Yuli Astuti menambahkan, untuk menggelar PTM tiap sekolah harus membuat surat pernyataan kesiapan menggelar PTM, mengantongi izin dari satgas kapanewon terkait, menjalankan prokes ketat, dan mendapat izin dari orang tua siswa.(yog)

Sleman