RADAR JOGJA – Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 43/2021 menyebutkan, anak di bawah umur 12 tahun boleh masuk mal dengan syarat tertentu. Selain harus didampingi orang tua, mereka juga wajib  menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sleman Banudoyo Manggolo sangat apresiatif dengan kebijakan tersebut. Terlebih adanya kelonggaran serupa di destinasi wisata. “Ini baik. Dengan begitu roda ekonomi bisa berputar lagi secara normal,” ujarnya Rabu (29/9).

Anggota Fraksi Golkar itu berharap, kelonggaran dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tersebut bisa menjadi sarana edukasi keluarga. Para orang tua wajib mengingatkan anak-anak mereka untuk taat prokes. Terutama saat di tempat umum.

Orang tua juga harus selalu mengingatkan pentingnya rajin cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer. “Meski PPKM sudah level 3, prokes tetap harus ketat. Jangan sampai kendor. Supaya ke depan tak muncul klaster baru Covid-19,” ingatnya.

Banudoyo melihat, okupansi hotel mulai meningkat. Kunjungan wisatawan pun demikian. Warung-warung makan hingga kedai kopi juga mulai padat pengunjung. Lalu lintas jalan pun tak ubahnya saat sebelum pandemi. Itu menunjukkan kondisi masyarakat sudah mulai membaik. “Semoga terus membaik. Ekonomi lancar, usaha mikro kecil menengah bergeliat,” tuturnya.

Menurut Banu, sapaan akrabnya, membaiknya kondisi masyarakat tak lepas dari upaya percepatan vaksinasi Covid-19. Oleh karena itu, Banu mengimbau masyarakat yang belum vaksinasi segera mendaftar. Agar capaian vaksinasi di Sleman terus meningkat. Sehingga level PPKM lebih cepat turun dan kembali normal. (yog)

Sleman