RADAR JOGJA – Pemulihan dari dampak pandemi Covid-19 melalui pemanfaatan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi profesi penilai di Indonesia. Termasuk juga mengurangi kesenjangan antara anggota Masyarakat Penilai Profesi Indonesia (MAPPI).

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Keuangan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, Arie Wibowo mengingatkan, penggunaan teknologi bukan untuk menghilangkan peran penilai tapi sebagai alat bantu dalam menjalankan profesi penilai. “Kompromi teknologi bukan menghilangkan peran orang, tapi untuk memanusiakan teknologi,” katanya di sela gelaran Musda II DPD MAPPI DIJ, Sabtu (25/9).

Arie Wibowo menjelaskan beberapa penilai sudah melakukan pekerjaan dengan bantuan teknologi, seperti untuk inspeksi sudah menggunakan drone, tetapi hal itu baru bisa dilakukan oleh beberapa badan yang kompeten. “Tantangan lain, MAPPI pusat dan daerah menstadarkan kemampuan penggunaan teknologi,” harap Kepala Bidang Pengembangan Profesi Keuangan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, Arie Wibowo.

Ketua 2 DPN MAPPI, Guntur Pramudyanto menuturkan, anggota MAPPI saat ini lebih dari 9.000 orang di seluruh Indonesia dan sebanyak 139 di antaranya dari DIJ. Dari jumlah tersebut, praktek paling banyak untuk kepentingan penilaian perbankan, pengadaan tanah termasuk lelang baru penilaian laporan keuangan. “Harapannya kami bisa memperluas pangsa pasar, sehingga lebih banyak yang terlibat,” kata Guntur Pramudyanto.

Guntur menambahkan, pada hari kedua rangkaian MUSDA II DPD MAPPI DIJ, diadakan rapat daerah dengan agenda laporan pertanggung jawaban dari pengurus lama serta pemilihan ketua baru DPD MAPPI DIJ periode 2021 – 2025.

Dalam laporan Pertanggung jawaban dari pengurus DPD MAPPI periode 2017-2021 yang dipimpin Uswatun Khasanah, bertumpu pada tiga program dasar kerja meliputi bidang pendidikan, bidang pengembangan profesi, serta bidang organisasi dan kerjasama lembaga.

Untuk meningkatkan profesionalisme penilai MAPPI DIJ, DPD MAPPI melakukan kegiatan-kegiatan pendidikan, training dan  wo rkshop yang dilaksanakan secara berkesinambungan. “Kami juga melakukan sosialisasi-sosialisasi ke Pemerintah Daerah, Perbankan dan Aparat Penegak Hukum di wilayah kerja MAPPI DIJ dalam rangka memberikan penjelasan tentang peran dan eksistensi penilai MAPPI DIJ,” ucap Ketua 2 DPN MAPPI, Guntur Pramudyanto.

Selain itu, pengurus juga telah melaksanakan acara bakti sosial, antara lain berupa dropping air bersih sejumlah enam tangki ke Gunungkidul dikarenakan masyarakat di daerah tersebut mengalami kekeringan dan kekurangan air, serta berdonasi kepada DPD MAPPI SULAMAPUA dan DPD KALSELTENG akibat bencana alam. (om4/sky)

Sleman