RADAR JOGJA – Program bantuan wifi gratis padukuhan di Kabupaten Sleman masih jauh dari target. Dari 540 titik yang ditargetkan tahun ini, hingga pertengahan September baru terpasang 115 titik. Pemasangan ini terkendala anggaran yang dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman Purwati mengungkapkan, dari 115 titik itu, seratus di antaranya bekerjasama dengan provider internet. Sisanya, pemasangan dilakukan secara mandiri oleh pemerintah pusat melalui menara fiber optic (FO). Pemasangan wifi gratis ini diprioritaskan di area blankspot. Yakni, di Kapanewon Turi, Pakem, Cangkringan dan Moyudan perbatasan Sedayu, Bantul.

Selain itu, program ini juga menyasar kawasan padat pemukiman penduduk hingga sentra peningkatan ekonomi. Harapannya tidak hanya digunakan untuk aktivitas daring bagi pelajar, tapi menumbuhkan perekonomian masyarakat. “Menjangkau lebih luas tetapi tetap dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar,” terang perempuan yang akrab disapa mami Ipung itu.

Nah, sasaran titik lokasi pemasangan wifi mayoritas berada di tempat publik. Seperti, tempat ibadah, pos ronda, tempat umum lainnya bahkan di rumah dukuh karena tak ada pilihan lain. Menurutnya, keberadaan wifi di padukuhan terasa manfaatnya. Dia mengaku kerap kali menjumpai anak-anak belajar dengan memanfaatkan internet padukuhan ini.

Disampaikan, program internet padukuhan ini tidak terjadi kendala proses di lapangan. Hanya saja, lingkupnya masih kecil lantaran anggaran mengalami refocusing dialihkan untuk penanganan Covid-19. “Anggaran free wifi padukuhan 2021 kurang lebih Rp 1,8 miliar,” sebutnya.

Diterangkan, konsep free wifi padukuhan ini merupakan visi misi Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam mendukung Sleman Smart Regency warisan bupati sebelumnya.

Sementara Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Pengendalian Telekomunikasi Diskominfo Sleman Aris Bintoro menambahkan, untuk pemasangan internet di beberapa sektor pariwisata tidak sepenuhnya ditanggung Pemkab Sleman. Bisa ditanggung pribadi, swadaya kelompok masyarakat, dan bantuan kerjasama pemerintah dengan corporate social responsibility (CSR). “Ada juga bantuan dari pemprov,” terangnya.(mel/bah)

Sleman