RADAR JOGJA – Kabupaten Sleman menjadi yang pertama di DIJ, menerima vaksin Pfizer. Vaksin ini mulai digulirkan Selasa (21/9) oleh Pusat melalui Pemerintah Provinsi DIJ. Jumlahnya 52.000 dosis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman dr Cahya Purnama mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan sosialisasi jenis vaksin tersebut. Pasalnya ini perdana digulirkan di DIJ, khususnya, Sleman. Diharapkan, vaksin tersebut terserap dengan cepat, karena umurnya pendek, 40 hari di UPT Pengelolaan Obat dan Alat Kesehatan (POAK) dan 30 hari di layanan fasilitas kesehatan (Faskes) baik di rumah sakit ataupun di Puskesmas.

Vaksin ini dapat digunakan bagi siapa saja di atas usia 12 tahun. Seperti lansia, ibu hamil, disabilitas ataupun komorbid. “Pfizer ini memiliki efek samping seperti AstraZeneca (AZ). Efikasinya paling tinggi, mencapai 95 persen,” kata Cahya, di Kompleks Parasamya Pemkab Sleman, Selasa (21/9).

Meski demikian, di luar negeri jenis vaksin ini paling banyak dicari. Lantaran efikasinya tinggi. Nah, efek sampingnya mirip AZ, seperti suhu badan tinggi dan pegal-pegal.

“Hari ini Dinkes menyosialisasikan kepada kapanewon, kalurahan hingga masyarakat bahwa Pfizer aman digunakan. Cuma pengendaliannya sulit karena harus disimpan dalam suhu minus 60 derajat,” bebernya.

Selanjutnya, di bawa ke POAK pada kondisi minus 60 derajat selanjutnya dicairkan dan dicampur dengan pelarut. Bisa disimpan di 2-8 derajat celcius pada suhu vaksin normal. ”Tetapi itu harus 31 hari selesai. Artinya, tidak boleh dibekukan lagi kalau selesai,” terangnya.

Saat ini yang ditempuh adalah menyiapkan faskesnya. Jumlah tersebut turun berdasarkan kesanggupan faskes yang mau melaksanakan. Supaya vaksin digulirkan tepat waktu.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi menambahkan, adanya penambahan vaksin dengan jenis baru ini diharapkan dapat mendorong capaian vaksinasi di Kabupaten Sleman. Dengan target 70 persen hingga akhir September. “Sehingga herd immunity tercapai maksimal,” harapnya. (mel/bah)

Sleman