RADAR JOGJA – Setelah objek wisata (obwis) Tebing Breksi, kini giliran Merapi Park dan Taman Wisata Candi (TWC) Ratu Boko mengantongi izin melakukan uji coba pembukaan pariwisata. Izin pembukaan uji coba berdasarkan surat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Nomor 177/SRT/DIR.INDUSTRI/IX/2021 yang diterbitkan 17 September 2021.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Suparmono mengatakan, kedua obwis itu masuk dalam list obwis yang diajukan Pemkab Sleman kepada Kemenparekraf sepekan lalu. Kedua obwis itu telah mengantongi sertifikat Cleanless Healthy Savety dan Environment (CHSE) dari Kemenparekraf. Dari 21 daftar obwis yang diajukan izin buka, pihaknya menindaklanjuti surat itu. Memastikan kesiapan syarat dan fasilitas protokol kesehatan (prokes) di kedua obwis tersebut.

“Hari ini (kemarin, Red) kami lakukan pengecekan ke Taman Wisata Merapi Park. Selasa (21/9) dilanjutkan ke TWC Ratu Boko,” ungkap Suparmono kemarin (20/9). Merapi Park berlokasi di Kapanewon Pakem, sementara TWC Ratu Boko di Prambanan.

Sebagaimana syarat pembukaan wisata, harus memenuhi standar CHSE, juga menyiapkan layanan aplikasi PeduliLindungi dengan membuat kode QR. Termasuk memantau kondisi jaringan internet di lokasi obwis. Memastikan jaringan internet berjalan baik di kawasan tersebut. “Kalau kode QR kita masih ajukan. Masih dalam proses,” ungkap Pram, sapaannya.

Mantan Panewu Cangkringan ini menerangkan, alasan kedua obwis itu dipilih karena destinasi berbasis alam. Berupa tempat rekreasi berwujud taman. Lokasinya luas dan tidak ada wahana air.

Pejabat yang merangkap Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman ini menuturkan, pembukaan pariwisata dilakukan secara bertahap. Sesuai yang ditunjuk pemerintah pusat. Kendati begitu, diprioritaskan obwis yang terdaftar dari 21 yang diajukan.

Nah, seandainya nanti ada kelonggaran, berangsur wisata lainnya dibuka. Tak terkecuali desa wisata. Aplikasi PeduliLindungi menjadi syarat mutlak.
Adanya izin pembukaan wisata ini mendapatkan respons positif dari pelaku pariwisata. Salah satunya Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM). Ketua AJWLM Bagian Barat Dardiri mengatakan, pembukaan wisata harus dibarengi dengan kesadaran tingi dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Meski penggunaan aplikasi screening vaksinasi Covid-19 PeduliLindungi, peran satgas pariwisata khususnya di obwis sangat penting untuk pengawasan ketat terhadap pengunjung. Agar tidak terjadi kerumunan, apalagi sampai ada persebaran Covid-19 hingga timbul klaster.

Menurutnya, hal ini butuh kerja sama dan kesadaran bersama. Sebab, jika pariwisata berjalan otomatis pelaku wisata lainnya juga berjalan. “Termasuk jip lava tour,” tambahnya.

Kendati aplikasi PeduliLindungi menjadi syarat mutlak aktivitas wisata, pihaknya mengaku siap. Apalagi hampri 100 persen pelaku jip sudah tervaksin hingga dosis kedua. “Harapannya pariwisata segera dibuka. Kami menunggu konfirmasi dari Dinas Pariwisata, jika obwis Merapi Park dibuka, semoga jip wisata segera boleh beroperasi,” tandasnya. (mel/laz)

Sleman