RADAR JOGJA – Rencana proyek tol Jogja-Bawen harus disikapi dengan konsep pembangunan kawasan modern yang bertujuan menyejahterakan masyarakat. Namun tanpa menghilangkan ciri khas wilayah agraris.

Melihat konsep besar proyek pembangunan wilayah barat, Anggota Komisi C DPRD Sleman Indra Bangsawan berharap, rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana detail tata ruang (RDTR) setempat disesuaikan dengan kultur namun dikonsep modern. “Konsepnya harus multi sektor yang terintegrasi. Melibatkan beberapa dinas,” ungkapnya.

Pengembangan sektor agraris harus lebih masif. Tapi bukan lagi secara tradisional konvensional. Tapi melibatkan petani-petani milenial. Komoditas utama seperti padi tetap harus ada. Ini untuk mempertahankan “status” Sleman barat sebagai lumbung padinya DIJ.

Kendati demikian, sistem pertanian kreatif perlu dimunculkan. Misalnya dengan mengembangkan kebun tanaman buah. Kebun buah dikelola dengan baik untuk menarik wisatawan. Sehingga bisa merangsang pengguna tol Jogja-Bawen yang keluar lewat Tempel untuk mampir. Baik sekadar untuk beristirahat, tamasya, atau belanja bibit tanaman buah. Konsep itu membutuhkan peran dinas pertanian.

“Fasilitas one stop service juga perlu dibangun untuk menarik wisatawan,” ungkap kader muda Partai Golkar itu.

Jika semua fasilitas itu disiapkan sejak awal, Indra optimistis bakal banyak investor berdatangan. “Konsep RTRW harus didukung regulasi yang memadai dan mendukung investasi,” ujar Indra.(yog)

Sleman