RADAR JOGJA – Gubernur DIJ, Hamengku Buwono (HB) X memberikan lampu hijau operasional bioskop. Tertuang dalam Instruksi Gubernur No. 27 Tahun 2021. Kebijakan ini mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 42 Tahun 2021.

Walau begitu Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini memberikan sejumlah wejangan. Pertama, Jogjakarta saat ini masih berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Artinya potensi penularan Covid-19 masih cukup tinggi.

“Prinsipnya boleh buka, tapi sebelum dibuka, kami minta SOP-nya dulu. Itu seperti apa, agar benar optimal protokol kesehatannya,” jelas Hamengku Buwono (HB) X, Jumat (17/9).

Penerapan protokol kesehatan, lanjutnya, bertujuan mengantisipasi munculnya kerumunan. Duduk dalam studio bioskop tetap berjarak. Sehingga antar penonton harus ada satu kursi kosong.

Dia juga mengingatkan penggunaan QR Code Peduli Lindungi. Harus ada personel yang menjaga dan mengarahkan pengunjung. Sehingga semua pengunjung wajib memindai sebelum memasuki bioskop.

“Dari pemerintah kan ada verifikasi. Kalau sudah optimal maka silakan jalan. Tapi setelah operasional juga tetap diawasi,” kata Gubernur DIJ, Hamengku Buwono (HB) X.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menegaskan, pengunjung bioskop wajib vaksin dua kali. Ditandai dengan kode warna hijau usai memindai QR Code Peduli Lindungi. Apabila masih orange maka tidak diperbolehkan masuk bioskop.

Dia menjelaskan kebijakan ini merupakan keputusan pemerintah pusat. Tujuannya untuk memastikan herd imunity dalam gedung bioskop terbentuk. Ini karena sirkulasi udara berada dalam ruangan.

“Aplikasi PeduliLindungi itu wajib dan pengunjung harus kategori hijau. Kalau masih orange belum diperbolehkan masuk,” ujar Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Pemasangan QR Code juga berdiri secara mandiri. Terutama bioskop yang berada di dalam mal. Kustini menegaskan bioskop tersebut wajib memiliki QR Code sendiri.

Langkah ini guna memastikan kapasitas bioskop terpenuhi. Setidaknya 50 persen dari kapasitas studio bioskop. Sehingga kerumunan dalam satu studio bisa terantisipasi.

“SOP ini harus dijalankan agar tak muncul kasus bahkan klaster baru. Kita juga harus menjaga agar PPKM terus melandai dan jangan naik lagi,” kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Untuk sementara ini ada tiga bioskop yang mendapat ijin operasional. Diantaranya XXI Plaza Ambarrukmo, XXI Sleman City Hall dan XXI Jogja City Mall. Ketiganya berada di kabupaten Sleman.

“Seperti yang disampaikan pak Gubernur (HB X), prinsipnya kami memperbolehkan. Asal SOP dan penerapan protokol kesehatannya benar-benar dilakukan. Beberapa tempat sudah mulai uji coba,” ujar Kustini Sri Purnomo.(dwi/sky)

Sleman