RADAR JOGJA – Mendikbudristek Nadiem  Anwar Makarim harus melanggar pantangan selama menginap di rumah Khoiry Nuria Widyaningrum. Beberapa komitmen harus dia tanggalkan sementara waktu. Walau begitu Nadiem terlihat sangat menikmatinya.

Pantangannya adalah makan manis dan nasi. Kepada Nuri, Nadiem mengaku tengah menjalani diet metode intermittent fasting (IF). Diet ini adalah jenis rencana makan yang membutuhkan periode makan dan puasa. Hanya mengonsumsi air, kopi dan teh.

“Sebenarnya Mas Menteri itu enggak pernah sarapan dia diet IF ( Intermittent fasting) gitu loh. Jadi kalau pagi itu minum kopi pahit dan air putih saja. Dia nyeritain biasanya makan jam berapa dan meminimalisir nasi gula kayak gitu,” cerita Nuri ditemui di kediamannya, Rabu (15/9).

Nuri awalnya sempat bertanya kepada protokol menteri. Namun dia diminta menyajikan apapun yang ada. Nadiem akan menyantap apapun sarapan yang disediakan.

Ibu satu anak ini menjawab bahwa sarapan rutin keluarganya hanyalah bubur. Untuk sayur berupa tahu kuah santan. Sementara untuk lauk tahu dan tempe bacem.

“Saya sempat bingung nih mau ngasih makan apa ya untuk Mas Menteri terus protokolernya bilang ya seadanya aja. Eggak usah diada-adain. Akhirnya saya menyediakan gudeg,” katanya.

Disinilah awal mula Nadiem melanggar pantangan dietnya. Tak disangka sang menteri justru terlihat lahap menyantap sarapan pagi. Memilih makan nasi dengan lauk gudeg, sambal krecek, ayam dan tempe bacem.

Obrolan meja makan juga berlangsung selama sarapan pagi. Nuri dan keluarganya bertukar pikiran terkait dunia pendidikan di Indonesia. Obrolan santai mengalir layaknya teman lama.

“Nah sambil ngobrol enggak terasa kayaknya nambah (nasi) lagi. Sama tempe bacem dipuji enak banget. Mantul katanya,” ujarnya.

Bagi Nuri kesempatan ini sangatlah langka. Obrolan meja makan juga berlangsung santai tanpa ada protokol yang ketat. Nadiem juga terlihat bisa bercanda lepas dengan keluarga Nuri.

“Saya sempat tanya-tanya tentang guru penggerak. Lalu saya juga ditanya refleksi dan perasaannya sebagai guru penggerak. Sama saya memberikan masukan banyak. Katanya sesuai bahkan di atas ekspektasi, katanya karena bu Nuri terlalu jujur katanya gitu,” katanya.

Usai sarapan pagi, Nadiem menyempatkan diri berkunjung ke Kampung Flory. Setelahnya melanjutkan sejumlah agenda kunjungan kerja di Jogjakarta. Mulai dari pantauan uji coba pembelajaran tatap muka dan bertemu Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. (dwi/sky)

Sleman