RADAR JOGJA – Wisata Taman Tebing Breksi di Prambanan telah mengantongi ijin dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk melakukan uji coba pembukaan pada masa PPKM.  Penunjukan wisata yang terletak di Kapanewon Prambanan tersebut menggantikan wisata Candi Ratu Boko. Uji coba operasional secara umum dimulai Selasa (14/9).

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo memastikan penunjukan wisata Tebing Breksi sesuai dengan surat edaran No. SE/8/IL.04.00 DII/2021. Berbicara tentang panduan penggunaan aplikasi peduli lindungi dan protokol kesehatan pada tempat wisata. Diajukan oleh Dinas Pariwisata DIJ.

“Ratu Boko dan Prambanan ini kan sama sama dikelola TWC dan basisnya BUMN. Apalagi prambanan juga diijinkan buka. Kalau Tebing Breksi ini kan basisnya Bumdes dan pemberdayaan masyarakat. Sehingga Dispar DIJ mengajukan permohonan itu,” jelas Kustini Sri Purnomo, Senin(13/9).

Kustini menilai penunjukan wisata Tebing Breksi sangat tepat. Terlebih pertimbangannya adalah destinasi wisata yang dikelola langsung oleh Bumdes. Ditambah lagi bersifat pemberdayaan masyarakat.

Selain itu Tebing Breksi juga sebagai tempat promosi sejumlah olahan produk UMKM masyarakat. Serta memiliki komunitas mobil jeep yang sering dimanfaatkan pengunjung. Berada di outdoor dan memiliki daya tampung yang luas.

“Kalau di Tebing Breksi ini lebih kompleks. Pengelolanya masyarakat sekitar. Ada puluhan UMKM, komunitas jeep dan lainnya. Jadi efek uji coba ini akan bisa berdampak sangat luas,” kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Taman Tebing Breksi juga telah mengantongi sertifikat Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE). Artinya destinasi wisata ini telah mendapat rekomendasi kelayakan dari Kemenparekraf. Selain itu juga telah mendapatkan QR Code Peduli Lindungi dari Kementrian Kesehatan.

“Nanti dari dinas terkait akan melakukan skenario uji coba. Dengan dimulainya uji coba tersebut semoga perekonomian masyarakat sekitar dapat kembali  bergeliat,” ujar Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. (dwi/sky)

Sleman