RADAR JOGJA – Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Sumber Daya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pangarso Suryotomo menilai relawan memiliki peran penting. Tugasnya berlipat ganda selama pandemi Covid-19. Tak hanya terfokus pada bencana alam tapi juga non alam.

Menurutnya relawan menjadi salah satu garda terdepan selama pandemi Covid-19. Terbukti dengan penanganan di setiap wilayah. Tugasnya mulai dari evakuasi hingga pemulasaraan pasien Covid-19.

“Relawan ini memiliki peranan sangat penting. Koordinasi bersama instansi terkait untuk penanganan. Jadi yang terdepan selama pandemi Covid-19 ini,” jelas Pangarso Suryotomo ditemui di Hotel Alana Malioboro, Senin(13/9).

Dalam kesempatan ini, BNPB turut memberikan pelatihan. Guna memperkuat kemampuan para relawan di Jogjakarta. Terutama dalam penanganan Covid-19 di setiap kabupaten dan kota.

“Bertujuan meningkatkan kapasitas kemampuan relawan di Jogjakarta. Kita tidak tahu kapan Covid-19 akan selesai. Ini antisipasi dari BNPB melalui satgas nasional bidang koordinasi kerelawanan. Aplikasinya ke lingkungannya,” kata Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Sumber Daya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pangarso Suryotomo.

Asisten Sekda Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat Pemprov DIJ, Aris Riyanta mengakui, peran relawan di Jogjakarta sangatlah besar. Mulai dari edukasi hingga melakukan pemulasaran setiap waktu. Aksi ini menjadi kolaborasi yang sangat penting bersama BPBD wilayah.

Kesiapan ini menjadi ujung tombak pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Terutama untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat. Tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam keseharian.

Aris turut memaparkan capaian vaksinasi Covid-19 di Jogjakarta saat ini mencapai kisaran 68 persen. Angka ini merupakan pemberian dosis pertama. Sementara untuk dosis kedua baru mencapai 30,8 persen.

“Sekarang ini masyarakat itu kalau tidak ada edukasi bisa jadi abai. Eforia karena Covid melandai dan lupa bahwa Covid masih ada. Ini harus selalu diingatkan,” ujar Asisten Sekda Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat Pemprov DIJ, Aris Riyanta.

Kepala Pelaksana BPBD DIJ, Biwara Yuswantana berharap relawan mengikuti pelatihan secara optimal. Guna mendapatkan skema manajemen resiko bencana. Terutama untuk penanganan Covid-19.

“Kalau jumlah relawan di Jogjakarta saat ini sekitar 1.000 relawan. Untuk pelatihan ini perwakilan. Terbagi dalam 5 hari dan 4 kelas perharinya,” kata Kepala Pelaksana BPBD DIJ, Biwara Yuswantana. (dwi/sky)

Sleman