RADAR JOGJA – Distribusi harian kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Sleman dalam sepekan ini cenderun meningkat. Bahkan angkanya lebih tinggi dibandingkan penambahan kasus positif harian. Pada Senin (6/9) misalnya, distribusi kasus sembuh mencapai 212 kasus. Sedangkan penambahan konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 59 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Novita Krisnaeni mengatakan, total angka kesembuhan mencapai 36.055 melalui pollymerase chain reaction (PCR) dan 88 kasus melalui swab antigen. Angka kesembuhan ini masih di bawah nasional. “Baru 84,58 Persen dari nasional 92,9 persen,” ungkap Novi, di Kompleks Parasamya Pemkab Sleman, kemarin (7/9).

Total kesembuhan itu dari angka total konfirmasi Covid-19 per 5 September, yakni, 41.966 melalui tes PCR dan 11.282 melalui swab antigen.
Kasus sembuh tinggi, menurutnya dikarenakan pasien positif disertai komorbid ketika selesai melakukan isolasi, perlahan-lahan sembuh. Meski membutuhkan waktu kesembuhan atau tingkat kesembuhannya bertahap.

Lebih lanjut dijelaskan, komorbid mayoritas diderita kelompok lansia. Ini berpengaruh pada tingkat penyembuhan. Kemudian juga didukung adanya isolasi terpadu (isoter) yang terus digencarkan bagi pasien bergejala maupun komorbid.

Sehingga secara medis dapat teratasi, menekan angka fatalitas kasus (fatality rate). ”Kendati pemerintah tidak memaksakan masyarakat isoman di rumah pindah ke isoter,” terangnya.

Dikatakan, dengan syarat isoman di rumah hanya untuk orang tanpa gejala (OTG) maupun gejala ringan. Serta didukung dengan fasilitas, memiliki ruang dan kamar mandi terpisah dari keluarga non Covid-19.

Tingkat kesembuhan tinggi, karena cangkupan vaksinasi terus meningkat. Novi menyebut, dalam sepekan ini, penambahan vaksin mencapai 1 persen per harinya. Saat ini, capaian vaksin dosis pertama di bumi Sembada telah mencapai 57 persen. Artinya, jika setiap harinya penambahan vaksin mencapai 1 persen, maka tiga hari lagi bisa mencapai 60 persen. Target herd immunity 70 persen diharapkan September selesai dan selanjutnya menyelesaikan dosis ke 2. “Untuk menuju 70 persen masih butuh waktu 7 hari lagi. Nah, harapan kami seperti itu (selesai, red),” imbuhnya.

Meski demikian vaksinasi dosis peetama terus digencarkan. Sebab yang berdomisili di Kabupaten Sleman tidak hanya ber-KTP Sleman. Melainkan banyak mahasiswa dan pekerja yang tinggal di Sleman. “Ini menjadi tanggung jawab kita di Sleman,” katanya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berpesan kepada masyarakat agar tidak henti-hentinya menerapkan protokol kesehatan sebagai adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 ini. “Saya terus tegaskan prokes jangan kendor. Minimal 70 persen warga Sleman tervaksin,” ungkapnya. (mel/bah)

Sleman