RADAR JOGJA –Polisi resmi menetapkan supir truk bernopol AB 8242 ZU yang dikemudikan oleh Shodiq, 19, sebagai tersangka dalam kecelakaan tunggal yang terjadi di Padukuhan Gunungsari, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman.

Penetapan tersangka dilakukan setelah petugas melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan termasuk bukti, dan sanksi di lokasi kejadian. Hasil penyidikan mengungkapkan ada unsur kelalaian dalam kecelakaan tersebut.

Akibat kelalaian ini 6 penumpang meninggal dunia. Mereka yang meninggal dunia ditempat adalah Wahdini, Imam, Suprapto, Ali Fahrudin, dan Heri. Menyusul kemudian Misbah meninggal dunia Rumah Sakit Panti Rini.

“Sopir truk Shodiq, 19, warga Beran, Sumberharjo, Prambanan, memiliki peranan penting atas kecelakaan Jumat malam (3/9). saat ini Shodiq telah ditahan di Polres Sleman. Statusnya sudah tersangka,” jelas Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto, Senin (6/9).

Kapolres Sleman medio 2016 memastikan supir lalai. Dikuatkan dengan pengakuan sesaat sebelum kecelakaan terjadi. Tepatnya di titik saat jalanan menurun atau didepan pintu masuk Tebing Breksi.

Saat itu ban truk sempat diganjal. Sayangnya supir, Shodiq, lupa memindah persneling gigi ke posisi 1. Truk langsung meluncur ke arah turunan dalam kondisi perseneling netral.

“Jadi dia lupa, harusnya di posisi gigi 1 malah masuk netral. Awalnya atret (jalan mundur) lalu mau masuk ke gigi 1 tapi masuk netral. Jalan agak kencang dan enggak bisa mengendalikan kendaraan lagi,”kata Kombes Pol Yuliyanto.

Kombes Pol Yuliyanto,menuturkan Sang supir, Shodiq, dijerat dengan Pasal 310 dan 311 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. Saat ini S telah ditahan di Mapolres Sleman.

“Karena menyebabkan nyawa orang meninggal dunia. Lalu adapula yang masih dirawat di rumah sakit. Total penumpang 11 orang,” ujarnya.

Kanit Laka Polres Sleman Iptu Galan Adid Darmawan menambahkan pelaku belum memiliki SIM. Saat ini Shodiq masih berusia 19 tahun. Usia ini juga belum memiliki kompetensi untuk mendapatkan SIM B2.

“Tersangka belum memiki SIM. Meski 19 tahun, tapi usianya belum masuk kriteria pemegang SIM B2. Belum memiliki kompetensi,” katanya.(dwi/sky)

Sleman