RADAR JOGJA – Pengembangan kawasan strategis cepat tumbuh (KSCT) di wilayah Kabupaten Sleman  perlu didukung dengan anggaran yang memadai.

Fraksi Partai Golkar DPRD Sleman mengusulkan agar pemerintah daerah mengalokasikan anggaran khusus untuk membangun KSCT guna menarik minat investor. Dengan harapan, proyek pembangunan KSCT bisa menyerap banyak tenaga kerja lokal. Terlebih jika KSCT dikonsep untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat Sleman.

Misalnya area exit tol Jogja-Bawen dan Jogja-Solo. “Kami mengusulkan perubahan status tata ruang diseluruh exit tol di Kabupaten Sleman sebagai pendukung program perekonomian, pariwisata, dan sebagainya,” ujar Sekretaris Fraksi Partai Golkar Guntur Yoga Purnawan ST, Kamis (30/9).

Perubahan yang dimaksud terkait tata ruang  LP2B. Guntur yang juga wakil ketua Komisi C minta LP2B dikuningkan. Agar bisa difungsikan untuk membangun infrastruktur lainnya. Misalnya SPBU, rumah makan, penginapan, swalayan, dan fasilitas umum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun pelancong selepas dari tol.

Dengan adanya pembangunan tol di wilayah Kabupaten Sleman, Guntur juga minta agar pemerintah tetap mempertahankan saluran irigasi yang ada. Jalur irigasi harus tetap terbuka seperti saat ini. Demi memudahkan petani mengairi sawah-sawah mereka. Khususnya petani di wilayah barat Kabupaten Sleman.

Sebagaimana diketahui, wilayah barat Sleman  merupakan kawasan penyangga pangan di Provinsi DIJ. Sebagai lumbung padinya Jogjakarta. Dengan begitu ketahanan pangan  di wilayah Kabupaten Sleman dan DIJ tetap aman dan terkendali.(yog)

Sleman