RADAR JOGJA – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 kembali diperpanjang. Tak sedikit usaha mikro terancam gulung tikar karena tak bisa beraktivitas. Khususnya para pedagang kaki lima. Pun demikian pengelola destinasi wisata.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sleman Banudoyo Manggolo SKom mengusulkan agar pemerintah mengalokasikan dana penguatan modal bagi pelaku usaha mikro. Setidaknya agar mereka mampu bertahan selama masa pandemi Covid-19. “Selama PPKM ini mereka hampir tidak ada pemasukan sama sekali. Pemerintah wajib memikirkan nasib mereka,” ujar kader muda Partai Golkar itu belum lama ini.

Banu, sapaan akrabnya, menyarankan penyaluran bantuan tidak harus langsung per individu. Tapi bisa melalui lembaga-lembaga berbadan hukum yang ada di masyarakat. Misalnya koperasi. Atau kelompok kegiatan masyarakat lainnya. Hal ini agar penyaluran bantuan bisa tepat sasaran dan lebih transparan. Sehingga bantuan tersebut bisa dipertanggungjawabkan secara hukum kepada pemerintah. “Bantuan harus sesuai peruntukannya. Disesuaikan kebutuhan calon penerimanya,” ungkap Banu.

Dengan penguatan modal dari pemerintah, Banu berharap, ke depan tak ada lagi bendera putih berkibar di kalangan pelaku usaha mikro.

Sementara itu, masyarakat diimbau taat protokol kesehatan (prokes) demi mencegah paparan Covid-19. Sebab, hal itu berkaitan erat dengan penetapan status atau level PPKM oleh pemerintah pusat.  Yang juga berdampak pada kebijakan publik. Jika kasus positif Covid-19 masih tinggi, otomatis Sleman tetap akan bertahan di level 4.

Supaya turun level, warga harus tertib prokes. Agar kasus poritif Covid-19 di Sleman terus menurun. (yog)

Sleman