RADAR JOGJA – Harga cabai di tingkat petani jatuh. Jika idealnya harga bumbu berasa pedas ini Rp 20 ribu, kini di bawah Rp 10 ribu. “Hari ini turun menjadi Rp 9 ribu untuk cabai rawit dan Rp 6 ribu cabai kerinting per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 11 ribu sampai Rp 12 ribu per kg,” ungkap petani cabai Pendowoharjo, Sleman Pardi, 61, Senin (23/8). Cabai dijual ke pengepul sekitar.

Menurutnya harga cabai jatuh, sebab, di tingkat pengepul menumpuk. Pengepul kesulitan untuk menjual. Sehingga cabai dibeli murah hingga pengepul menolak untuk membeli. Dengan alasan, sepinya peminat cabai. Biasanya permintaan tinggi di pasar tradisional dan kegiatan hajatan. Tapi pada minggu-minggu ini sedikit yang terjual.

“Makanya pengepul enggak berani beli banyak, kalau pun mau beli harganya murah,” celetuknya.

Di samping itu, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) cukup berdampak pada permintaan cabai. Ditambah saat ini jam operasi berjualan dan pedagang pasar yang dibatasi sehingga, kalaupun di jual sendiri ke pasar dalam jumlah besar tak akan habis.

Padahal kata dia, saat ini belum memasuki panen raya. Sebab, masih banyak tanaman cabai tumbuh masih ranum. Adapun yang sudah panen, dari hasil tanam sebelumnya. Dikatakan, sekali tanam, khususnya cabai rawit dapat dipanen belasan kali.

Harga cabai jatuh lebih dari 50 persen dari harga ideal. Menyebabkan petani merugi. Harga Rp 10 ribu per kg saja, petani hanya bisa balik modal. Jika harga cabai di bawah angka tersebut, maka petani tombok. “Untuk beli pupuknya saja nggak cukup. Belum ongkos perawatan lainnya juga tenaga, petani mengeluh,” katanya.

Disebutkan, jika sekali petik dia bisa mendapatkan 25 kg cabai rawit, maka hasil yang di dapat hanya Rp 225 ribu. Pemetikan atau panen dilakukan empat hari sekali.

Sementara perawatan obat sekali semprot Rp 165 ribu untuk seribu meter persegi. Disemprotkan sebelum panen.
Hal senada dikeluhkan petani cabai di Margoluwih, Seyegan Jalmo Susilodiprojo. Dia mengatakan, dari segi tanamannya, tanaman cabai saat ini cukup baik dibandingkan tahun lalu di periode yang sama. Karena terkena patek. Namun secara harga jauh. “Kalau tahun lalu bagus untuk harga tapi hama cukup lumayan. Ya bodon kalau Rp 10 ribu (harga cabai) ke atas itu petani cukup senang,” tandasnya. (mel/pra)

Sleman