RADAR JOGJA- Seorang pengusaha warga keturunan Tionghoa di Jogjakarta bernama GHOEI SHI SIANG membantah telah melakukan jual beli tanah dengan objek fiktif. Bahkan atas adanya dugaan tersebut, pihaknya merasa disudutkan.

Ghoei Shi Siang di dampingi oleh kuasa hukumnya Achiel Suyanto  mengatakan obyek yang diperjualbelikan itu nyata, yakni berupa lahan tanah Letter C. Untuk kasusnya sendiri kini telah ditangani aparat penegak hukum.

“Atas tuduhan itu, kami membantah telah melakukan jual beli tanah fiktif atau obyek fiktif,” katanya.

Obyek yang dijual belikan itu, menurut Ghoei Shi Siang tidaklah fiktif, namun secara nyata berupa tanah letter C seluas 8 ribu meter lebih di daerah Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping Kabupaten Sleman. Dalam kesepakatan jual beli tanah tersebut tertanggal 11 Maret 2019, senilai Rp 2.425.500.000

Saat ini, lanjut Achiel, pihak penjual mengaku merasa dirugikan dengan adanya laporan ke Polda DIJ dimana kasus tersebut kini masuk ke ranah hukum dan telah dilakukan penyidikan oleh Subdit 2 Ditreskrimsus Polda DIJ dengan Laporan Polisi Nomor LP / 0586/VII/2021.

“Klarifikasi ini untuk meluruskan persoalan bahwa sela ini tidak ada jual beli obyek fiktif. Klarifikasi juga dilakukan semata-mata agar persoalan jual beli obyek tanah bisa menemui jalan tengah yang disepakati bersama,”kata Achiel. (om3/sky)

Sleman