RADAR JOGJA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3 dan 2 di wilayah Jawa Bali resmi diperpanjang hingga 23 Agustus 2021. Pemerintah kembali memberikan kelongaran bagi pusat perbelanjaan sekaligus tetap melakukan pengetatan protokol kesehatan.

Ada sebanyak 138 pusat perbelanjaan yang menerapkan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan/mall, dengan penerapan protokol kesehatan.  Meski Jogjakarta belum  menerapkan uji coba pembukaan, Pemkab Sleman telah menyiapkan skenario pelaksanaan uji coba apabila nantinya dipilih oleh pemerintah pusat.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menuturkan, penyiapan skenario ini berdasarkan masukan dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIJ. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, komunikasi dengan asosiasi itu sudah beberapa kali dilakukan.

“Kita sudah sering mendapatkan keluhan dan masukan. Dan kita tentu tidak diam saja, kita respon masukan-masukan ini dengan menyiapkan skenario agar saat tiba giliran kita mendapatkan izin uji coba, bisa segera dilaksanakan,” ungkap Kustini, Kamis (19/8).

Kustini menyebut sejumlah pusat perbelanjaan dan mal di Sleman sebenarnya sudah siap untuk uji coba. Salah satu indikatornya adalah capaian vaksin para pekerja di tempat tersebut.

“Untuk jumlah yang sudah divaksin pekerja di pusat perbelanjaan dan mal Sleman sekitar 75-80 persen. Ini modal awal yang sangat bagus dari percepatan kita untuk menggerakkan sektor perekonomian,” jelas Kustini.

Untuk kapasitas pengunjung, Kustini akan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Dan seluruh pusat perbelanjaan dan mal di Sleman sudah menyatakan kesiapannya untuk menerapkan screening melalui aplikasi peduli lindungi bagi pengunjung sebagai syarat masuk.

Selain itu, fasilitas tempat cuci tangan, hand sanitizer, cek suhu juga menjadi syarat utama. Ditambah skenario aturan jaga jarak di setiap gerai dan tenant di dalam mal juga harus disiapkan.

“Yang dibuka dulu adalah yang gerainya berjualan produk umum. Kalau fasilitas pendukung seperti bioskop, karaoke, tempat bermain anak dan lainnya akan dibuka secara berkala berdasarkan evaluasi uji coba awal. Kalau sudah bagus bisa segera dibuka,” terang Kustini.

Syarat pengunjung yang diperbolehkan masuk tetap sama dengan aturan pemerintah yakni di atas usia 12 tahun, kemudian di Sleman ditambah aturan untuk usia 60 tahun ke atas belum diperbolehkan untuk masuk.

Kustini menambahkan dengan adanya uji coba dibukanya pusat perbelanjaan dan mal adalah langkah yang tepat. Hal itu diharapkan mampu membuat perekonomian dapat berjalan dan mengurangi resiko PHK terhadap pekerja.

Selain itu, pusat perbelanjaan dan mal di Sleman juga menjadi sarana promosi dari produk-produk UMKM. Jika tempat tersebut tutup dalam waktu lama, secara otomatis akan berdampak juga terhadap pemasaran produk dari para pelaku UMKM.

“Melihat dari hasil komunikasi dan persiapan sejumlah mal dan pusat perbelanjaan di Sleman, sebenarnya semua sudah siap untuk buka. Kita tinggal menunggu izin dari pemerintah pusat agar kita bisa juga melakukan uji coba. Harapan saya secepatnya,” pungkas Kustini. (om2/sky)

Sleman