RADAR JOGJA – Kekompakan para ulama di Indonesia terbukti dalam program vaksinasi. Seluruhnya sepakat untuk mendukung percepatan dan edukasi vaksin. Baik di lingkungan masyarakat maupun lingkungan pesantren.

Wakil Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah Arief Jamali Muis menilai penanganan pandemi Covid-19 adalah tanggungjawab bersama. Ulama dan tokoh agama memiliki peran yang sama. Bahkan memiliki peran yang sangat penting di lingkungannya masing-masing.

“Pandemi ini harus dihadapi bersama dengan semangat kebersamaan. Masing-masing ambil peran sebaik mungkin sesuai keahliannya,” jelasnya ditemui saat tinjauan vaksinasi massal di Hotel Alana Sleman, Rabu (18/8).

Arief juga menjabarkan pentingnya vaksin. Merupakan wujud ikhtiar dalam menghadapi pandemi Covid-19. Tak hanya bagi diri sendiri tapi juga keluarga dan orang di sekelilingnya.

Dia meminta agar tak ada lagi polemik kontroversi. Berupa asumsi bahwa vaksin tidak halal. Hingga informasi menyesatkan tentang dampak negatif setelah menjalani vaksinasi.

“Vaksin itu halal dan secara kedokteran sudah teruji klinis, lalu secara farmasi sudah digunakan. Sampai saat ini memang masih beredar informasi sesat, sehingga warga takut untuk vaksin. Harapan kami semua bisa mengikuti vaksinasi dengan segala kesadaran,” katanya.

Tokoh Nahdatul Ulama K.H. Ahmad Muwafiq memastikan vaksinasi tidak berdampak buruk bagi tubuh. Dia telah menerima vaksin tiga bulan lalu. Hingga saat ini tidak menunjukan gejala atau efek samping paska vaksinasi.

Gus Muwafiq mengibaratkan pertahan tubuh dalam menghadapi pandemi Covid-19. Saat sudah tervaksin, maka potensi perburukan kesehatan bisa dihindari. Termasuk potensi menularkan ke orang terdekat.

“Jadi survivalnya manusia dari dulu itu pasti menggunakan satu sarana. Lah hari ini survival terhadap Covid-19 sarananya adalah vaksin. Maka kemudian sudah melakukan vaksinasi ya Insyaallah akan ada jalan keluar yang terbaik dalam situasi pandemi seperti ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini dia mengajak para ulama berperan aktif. Setiap tokoh agama maupun ulama, lanjutnya, memiliki tanggungjawab membimbing umatnya. Tak hanya dalam bidang agama tapi juga dalam bidang kesehatan.

“Ya karena ulama itu punya tanggungan umat yang banyak. Ya santri-santri banyak, umat-umat banyak, jemaah banyak, lha jemaahnya itu manusia. Lha manusia itu harus divaksin kan gitu,” pesannya.

Dia juga mengajak para ulama meluruskan pandangan yang salah tentang vaksin. Seperti beredarnya informasi palsu tentang vaksin Covid-19. Informasi seperti inilah yang membuat vaksinasi tak berjalan lancar.

Cara termudah adalah dengan mengajak santri maupun umat untuk vaksinasi. Termasuk mengedukasi tentang pentingnya vaksinasi di tengah pandemi Covid-19. Tak hanya untuk kesehatan personal tapi juga keluarga dan masyarakat.

“Ada yang mengatakan vaksin itu adalah alat untuk membunuh, ada yang mengatakan vaksin adalah konspirasi. Menghadapinya cukup ajak santrimya untuk ikut vaksin maka tertepis dengan sendirinya. Jadi yang kayak-kayak gitu ngga usah diurusin tapi bahwa santrinya diajak vaksin, umatnya diajak vaksin gitu selesai,” pesannya.(dwi/sky)

Sleman