RADAR JOGJA – Sejak statusnya ditingkatkan menjadi Siaga, sejak 5 November 2020 lalu, Gunung Merapi terus menunjukan peningkatan aktivitas. Yang terbaru, Gunung yang terletak di perbatasan DIJ dengan Jawa Tengah itu mengeluarkan rentetan awan panas guguran sejak Minggu (8/8) dini hari.

Berdasarkan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), guguran awan panas pertama pada hari ini tercatat pukul 02.32. “Tercatat di seismogram dengan amplitudo 36 mm dan durasi 104 detik. Jarak luncur 1.100 meter ke arah barat daya,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida,Minggu (8/8).

Guguran awan panas selanjutnya mengarah ke barat daya sejauh dua km terpantau pada pukul 04.20. Termonitor di seismogram dengan amplitudo 35 mm dan durasi 180 detik. Selanjutnya awan panas guguran termonitor pada pukul 04.58 dengan amplitudo maksimal 20 mm dengan durasi 222 detik. “Jarak luncur terjauh sekitar 3.000 m ke arah barat daya (Kali Bebeng). Angin bertiup ke barat. Teramati kolom asap setinggi 1.000 meter di atas puncak,” lanjut Hanik.

Awan panas guguran selanjutnya terpantau pada pukul 07.29 dan 07.46. Jarak luncur terjauh 1.800 meter ke arah barat daya. Amplitudo maksimal 47 mm dan durasi maksimal 161 detik. Kolom asap tertinggi 800 meter di puncak condong ke arah barat.

BPPTKG masih mempertahankan status Siaga (Level III) pada Gunung Merapi. Meskipun demikian, masyarakat diimbau selalu waspada. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada wilayah tenggara-barat daya sejauh maksimal tiga km ke arah Sungai Woro, dan sejauh lima kilometer ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Akibat dari guguran awan panas tersebut beberapa wilayah di sekitar Gunung Merapi sempat mengalami hujan abu meski sangat tipis. Hujan abu dikonfirmasi terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Magelang yakni di Kecamatan Dukun dan Sawangan. (kur/pra)

Sleman