RADAR JOGJA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ berhasil menangkap seorang supir truk berinisial AP (40) asal Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman karena kedapatan mengedarkan narkotika jenis sabu.

AP kembali berurusan dengan hukum untuk kedua kalinya lantaran 2012 lalu ia pernah ditangkap jajaran kepolisian dari Polda DIJ dengan kasus serupa. Plt Kasi Intelijen BNNP DIJ Dian Bimo mengatakan, tak lebih dari dua bulan pihaknya melakukan pengintaian terhadap tersangka AP. Kasus tersebut berhasil diungkap atas pengembangan kasus sebelumnya yang telah ditangani BNNP DIJ pada Juli 2021.

Saat itu tim BNNP menangkap salah satu warga Desa Pandowoharjo, Kabupaten Sleman. “Awalnya kami menangkap warga Pandowoharjo. Waktu itu BB ada 85 gram ganja,” ujar Bimo, kemarin (4/8).

Kemudian kasus berkembang dan mengarah pada tersangka peredaran narkotika jenis sabu yakni AP. Tersangka diketahui berencana akan mengedarkan narkotika jenis sabu di Jogjakarta dan sekitarnya, AP ditangkap berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya.

Setelah dilakukan pengintaian, tim pemberantasan narkotika BNNP kemudian melakukan penggerebekan di rumah pribadi AP pada Senin (2/8) lalu pukul 15.03. Hasilnya terdapat 49,56 gram sabu siap edar diamankan oleh petugas dari BNNP DIJ.

Barang bukti sabu itu sudah dikemas oleh tersangka dalam plastik besar dan kecil, masing-masing lima gram. Saat dilakukan penangkapan, AP tak dapat berkutik sama sekali, karena dirinya waktu itu sedang menyirami tanaman di rumahnya. “Dari tangan AP ini kami amankan 48,56 gram sabu sudah dibungkus plastik besar dan kecil, masing-masing lima gram. Waktu kami amankan itu lagi di depan rumah, merawat tanaman,” jelasnya.

Selain barang bukti sabu, petugas BNNP DIJ juga menemukan barang bukti lain di antaranya alat hisap sabu, timbangan digital, pipet kaca dan barang lainnya. “Jadi selain pengedar tersangka juga pemakai, karena kami menemukan alat hisap, timbangan, pipet kaca dan lainnya,” jelas Bimo.

Dari keterangan tersangka, Bimo mengatakan bahwa AP merupakan supir truk lintas Sumatra. Setiap kali ia berangkat ke Sumatra, dirinya terlebih dahulu memesan paket Sabu kepada seorang pemasok yang saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO) BNNP DIJ.

Kepada wartawan, tersangka mengaku terpaksa nyambi menjadi pengedar sabu lantaran jasa pengiriman barang ke luar jawa menggunakan truk diakuinya sepi.

Agar dapat mendapat uang tambahan, ia kemudian nekat untuk menjual barang ilegal tersebut. “Tidak ada kerjaan, tarikan sepi. Kalau makai ya sudah 2012 dulu pas ketangkap. Jualan baru dua bulan kemarin,” katanya singkat. (kur/pra)

Sleman